Setelah dapat 2 orang korban yang bisa diajak belanja bareng
Ini semua file blogging saat di multiply. Sekarang semua sudah tidak ada, maafkan kalau tulisannya masih agak ala emak alay :) hehehe Ini hanya sebagai filing dan kenang-kenangan mengenang zaman keemasa MP ^_^
Monday, December 27, 2010
[Coretan] Hepikol oh hepikol
Setelah dapat 2 orang korban yang bisa diajak belanja bareng
Wednesday, December 8, 2010
[Coretan] Susahnya memberikan ASI..........
J : “Bayinya dimana bu ?”
X : “Di ruang bayi” jawabnya.
J : “Dari kapan di ruang bayi? Sedah disusui ?”
X : “Dari semenjak saya melahirkan, kata perawatnya belum boleh disusui.”
Ibu tersebut melahirkan pukul 09.30 WITA secara cesar dan saat saya datang menengok sudah pukul 20.00wita. Saya sangat kaget sudah 10 jam tapi ibu tersebut boro-boro menyusui dipertemukan dengan bayinya saya tidak dan saya tebak pasti bayinya diberi susu formula oleh perawatnya. Ibu tersebut sempat meminta bayinya untuk disusui tapi perawatnya tidak mengijinkan .. ughhhhhh apa pula ini ???
AKhirnya saya datang ke ruang bayi untuk melihat bayinya dan tepat seperti dugaan saya perawat sedang memberikan sufor dengan botol susu.
J : “ Maaf sus ko bayinya dikasi sufor ?”
P : “Memang ibunya sudah bisa miring ?” jawab perawat tersebut dengan nada sewot
J : “Wah gak tau juga ya saya, suster sudah cek belum?” ihh secara dia perawatnya lah ko malah nanya sama saya yang baru datang, eh ditanya balik seperti itu malah diem aja.
J : “Oiya sus, bukannya bayi itu tahan 2x24 jam tanpa minum kalau ASI ibunya belum keluar?”
P : “Ya terus saya tahan denger nangisnya !!!” dengan nada tinggi
Ihhhhhhhhhhhhhhhh jadi kebawa emosi.. sebel banget pengen rasanya ngomong “ya itu masalah lo derita lo kalao gak tahan suara tangisan bayi, salah sendiri mau jadi perawat” huuuuuuuu kesel banget dengernya….. tapi ya itu hanya bisa marah2 dalam hati……… I
bu bayi pun bercerita kalau ia ingin sekali memberikan ASI tapi selalu dilarang oleh perawatnya “Udah ibu urus aja diri sendiri dulu, baru operasi itu sakit gak usah bikin repot.” Ihhh saya sampai gemes denger ceritanya.
Emak2 MP memang kalau melahirkan dengan operasi cesar prosedur penanganan ibu dan bayinya seperti itu yaaaa ????
Setiap saya menengok teman atau istrinya teman hubby pasti selalu seperti ini. Tidak ada dukungan sama sekali dari paramedis disini untuk mendukung pemeberian ASI, baik dari dokter atau perawatnya sendiri baik proses normal ataupun cesar. Nah kalau saya berusaha memberikan informasi tentang ASI selalu saja mental, kenapa ? karena saya memang bukan siapa-siapa. Saya hanya seorang ibu biasa tanpa background pendidikan kesehatan, ya pastinya para ibu-ibu itu lebih percaya perawat dan dokter.
Saya menarik kesimpulan gerbang utama pemberian ASI itu ya para suster, dokter dan rumah sakit itu sendiri. Terkadang ibu yang sudah tahu tentang ASI pun bisa terbawa arus sehingga harus rela bayi disusui susu formula. Yang lebih menyedihkan lagi perawat memberikannya dengan botol susu karena tidak mau repot dengan menyendoki susu, jadi saat ibu tersebut pulang bisa ditebak bayi akan bingung putting tidak mau menyusu padahal ASI sudah keluar dan karena khawatir akan lanjut lagi susu formula dengan memakai botol lalu dari hari ke hari ASI semakin surut dan berakhir dengan tidak keluarnya ASI dan bayi lanjut meminum susu formula selamanya. Arrghhhhhhhhh………………
Itu baru segelintir cerita tentang sulitnya memberi ASI disini istilahnya jika ‘iman’ kita tidak kuat pasti akan terbawa arus yang ada. Sebenarnya sudah lama saya ingin melakukan ‘sesuatu’ disini tapi ya itu siapalah saya ….. Saya baru mulai dari hal-hal kecil saja setiap ada yang melahirkan saya akan datang untuk mensupport untuk memberikan ASI atau memberikan artikel-artikel tentang ASI, mau tidaknya si ibu sudah menjadi keputusan pribadi ibu itu sendiri yang penting saya sudah berusaha memberikan informasi yang saya tahu tentang kebaikan-kebaikan ASI.
Tuesday, November 30, 2010
[Coretan] HNP oh HNP
HNP saya berangsur membaik dan dapat beraktivitas secara normal kembali walalupun masih harus fisioterapi tiap hari dan pada bulan depannya alhamdulillah saya dinyatakan positif hamil. Masalah ternyata tidak selesai sampai saat itu, setelah konsultasi ke dokter kembali hanya satu yang saya harus jaga selama kehamilan yaitu posisi dan berat badan. Dokter mengingatkan agar BB saya naik tidak boleh lebih dari 9kg sampai melahirkan nanti *gak yakin bisa* karena dampaknya bisa menyebabkan HNP saya kambuh lagi. Dan dampak lainnya kemungkinan saya tidak bisa melahirkan secara normal yang berarti harus melalui operasi cesar
Sampai umur kandungan 6 bulan alhamdulillah tidak ada keluhan di pinggang dan saya beraktivitas secara normal tapiiiiiii sudah 1 minggu saya merasakan sudah tidak nyaman persis saat HNP akan kambuh. Beberapa malam terakhir saya sering begadang sampai dini hari karena menahan sakit dan akhirnya kemarin diputuskan untuk konsultasi ke dokter kembali tapi sayang di sini tidak ada DSSaraf atau Dr Rehab Medik padahal perlengkapan di RSUD sudah lengkap. Sebelum HNP saya bertambah parah saya harus segera berobat , mengingat kejadian bulan Juni kemarin saya sampai tidak bisa bangun dan berjalan. Dan mulai saat ini saya tidak diperbolehkan lagi menyetir mobil
Besok pagi kami akan ke Balikpapan untuk konsul ke DS Saraf dan Dr Rehab Medik, saya hanya berdoa semoga semua baik-baik saja. Tidak banyak yang tahu soal hal ini begitu juga keluarga sekarang pun walalu sedang kesakitan saya masih berhaha-hihi...
Thursday, November 25, 2010
My first underwater photo
nemo yang mau tapi malu untuk difoto... ngumpet..
Setelah diving untuk kesekian kalinya... memberanikan diri pinjam kamera salah seorang buddy.... dan ini hasilnya.... lumayaaann lah ya *menghibur diri*...
Place : Derawan Island
Camera : Canon PS G7
Tuesday, November 23, 2010
[Coretan] My first dive.... penyelaman pertamaku ....^_^
Awalnya tidak terpikir oleh saya selama ini untuk jadi hobby sama olah raga ini, kebetulan saja waktu dan tempatnya yang pas.
Kami bertempat tinggal di kota Tanjung Redeb Berau Kalimantan Timur, ya sebuah kota kecil tanpa mall dan minim hiburan. Setiap liburan ada satu tempat yang selalu kami tuju yaitu Pulau Derawan. Menurut cerita Pulau ini terkenal sampai mancanegara loh hmmm saya yang orang Indonesia saja baru tahu, katanya sih surganya para diver. Pulau Derawan dapat ditempuh dari Tanjung Redeb melalui jalur darat selama 60 menit lalu disambung dengan speedboat selama 15 menit, tapi bisa juga langsung memakai speed boat dari Tanjung Redeb selama 2.5 jam.
1. wet suit
2. masker & snorkel
3. sarung tangan
4. fin
5. timah & weight belt
6. BCD, regulator & tabung selam
Saat masuk kedalaman 3m saya merasakan tenggorokan seperti terbakar dan kering sekali …rasanya ingin melepas regulator dan bernafas di udara bebas, mata pun terasa pedih padahal saat snorkeling saya tidak merasakan itu… arus air laut juga membuat saya terombang-ambing berputar-putar di dalam air dan badan tidak pernah merasa seimbang. Oiya saat kita diving wajib ditemani Buddy (istilahnya itu), beruntunglah saya Pak Darma (buddy) sangat sabar melatih dan membimbing saya. Saat masuk ke kedalam 5m kembali sya tidak merasakan nyaman padahal pemandangan di bawah laut itu sangat indah sekali tapi karena saya tidak bisa mengontrol gerakan jadinya tidak konsen melihat pemandangan itu. Saat bergerak Pak Darma selalu membimbing dan memegangi saya lalu menyusuh saya berpegangan di karang. Sampai akhirnya kami bertiga berada dalam 1 pegangan karang dan ternyata Pak Darma memberikan isyarat untuk ambil foto langsung deh action *dalam air pun tetep narsis walau tegang*
Setelah beberapa menit kami berada dalam air tiba-tiba Pak Darma membimbing kami satu-satu untuk kembali naik perlahan, saat itu saya tinggal sendirian berpegangan pada karang di kedalaman 7m. Celingak-celinguk dengan suhu air yang dingin (semakin dalam semakin dingin) belum lagi pemandangan jangkar yang sudah berkarat dan berkarang (seperti di film titanic itu loh) makin membuat suasana mencekam. Lihat ke kanan ikan dan karang, ke kiri ikan dan karang, ke atas air., ke bawah pasir., belakang gak ada orang....... huaaaa sudah mulai panik..sampai terpikir masa sih ditinggal beneran, mau bergerak sendiri gak berani takut terbawa arus. Dengan kondisi yang mencekam itu tiba-tiba ada yang memegang pundak dari belakang dan reflex saya memukul ke arah asa; tersebut.. huhuhu ternyata itu Pak Darma yang akan mengajak saya naik ke atas ….
Saat sampai kembali di kedalaman 3 m akhirnya kami bertiga berpegangan tangan dan diberi isyarat untuk naik bersama ke permukaan, tapi tiba-tiba regulatornya D lepas lalu malah membuka masker dan panic meronta-ronta di dalam air. Saya dan Pak G pun tidak luput dari tendangan dan pukulannya karena panic, Pak Darma dengan sigap langsung membawa D ke permukaan, tinggallah saya dan Pak G yang berpegangan tangan dengan bingung akan bertindak apa, mau naik sendiri tidak berani jadinya kami terombang-ambing terbawa arus. Syukur alhamdulillah tidak sampai 3 menit Pak Darma datang kembali untuk membimbing kami ke permukaan
Pengalaman yang menakjubkan walalupun tegang tidak membuat saya trauma, menurut hubby ternyata saya sampai 40 menit di dalam air *benar2 tidak terasa*. Ya saya sama sekali tidak kapok dan terus mencobanya kembali dan menjadi ketagihan
Saat selesai diving tiba-tiba D bertanya pada saya “Jul, tadi aneh deh waktu pegangan ma karang ko suhu airnya tiba-tiba hangat ya padahal kan itu dah dalem”
Jadi ingat saat itu saya kebelet pipis…
“maaf, itu saya pipis gak tahan.”
“huaaaaaaa kurang ajar…”
Hihi kirain gak akan terasa makanya saya diam saja lagian mau ngomong permisi di dalam air juga repot
Saat regulator D lepas harusnya bisa memasangnya kembali *pelajaran ini saya dapat setelah akhirnya mengikuti sertifikasi diving* tapi D panic dan malah membuka masker.. itu kesalahan yang sangat fatal !!! Beruntung terjadi pada kedalaman 2m jadi bisa langsung dievakuasi ke permukaan dan oleh karena itu mengapa kita harus selalu didampingi buddy jika akan diving/menyelam..
1. Kuatkan niat dan keberanian
2. Jangan panic
3. Jangan lupa minum air putih yang banyak sebelum masuk ke dalam air
4. Bekali diri dengan ilmu menyelam (nah ini yang bener) jangan asal nyemplung
FYI untuk sekali diving biaya yang dikeluarkan Rp. 450.000,- ini sudah termsuk sewa peralatan selam full dan fee buddy. Tapi ini termasuk mahal karena kami menggunakan jasa tersebut di sebuah resort, di tempat yang lain bisa setengahnya.
Note : karena saya masih pemula jika ada yang salah dari penjelasan saya di atas mohon dikoreksi ya
Saturday, November 13, 2010
[Coretan] Jilbab pertama .....part 2
Menyambung sharing saya tentang jilbab pertama saya, ada yang mau diceritain lagi nih yaitu tentang hari pertama saya memakai jilbab 'beneran' maksudnya gak niat membukanya kembali.
Tepatnya tanggal berapa saya lupa tapi yang saya ingat itu hari Senin, saat malam Seninnya saya sudah bercerita pada hubby tentang niat saya mengenakan jilbab keesokqn harinya. "Alhamdulillah, semoga istiqamah"
Ya begitulah papana Haura... tidak pernah sama sekali memaksa saya untuk melakukan sesuatu begitu pula dengan berjilbab. Setiap saya tanya "aku disuruh dong pakai jilbab" jawabannya "loh kamu mau melakukannya karena aku atau karena memang kewajiban?" .....................
Singkat cerita hari Senin itu saya mulai mengenakan jilbab, saat pagi hari keluar untuk membeli sayur sang tukang sayur langsung berkata "dari kapan nih mama haura ?" waktu itu saya pura-pura gak denger dan cuek.. dan sudah bisa ditebak hari itu berita tentang saya menggunakan jilbab telah menyebar ke seluruh penjuru komplek *berasa artis.. hihihihihi*
Hari itu juga saya berencana membeli beberapa helai kerudung dan baju-baju tangan panjang, pergilah saya berputar-putar dengan Haura. Huhuhu harga di Berau memang fantastis untuk 1 helai jilbab bahan paris dipatok harga Rp. 30.000,-, kaos-kaos tangan panjang yang kalau di ITC harganya 50rb-an di sini bisa mencapai Rp. 150.000,-
Belum lagi model-modelnya yang STD banget kalau kata papanahaura 'so last year'
Waktu itu saya hanya sempat membeli 2 helai kerudung berwarna hitam dan putih (warna netral) dan 1 buah kaos muslimah, rencananya besok mulai hunting lagi.
Tiba-tiba selasa pagi saat saya akan bangun badan saya tidak dapat digerakkan, walalupun dipaksa untuk bergerak rasanya sakit minta ampun. Ya Allah ujian apa lagi ini ?? pikirku saat itu, saya hanya sanggup melakukan shalat dengan posisi duduk/tidur.
Hanya Allah SWT saja yang tahu betapa beratnya masalah yang saya alami Berat mata memandang, berat lagi bahu memikul, tetapkan hati, terus bersabar dan bertawakallah kepada-Nya. Mudah-mudahan Dia akan memandu kami ke arah jalan keluar dari segala masalah yang kami hadapi.
Tiada Tuhan melainkan Dia dan hanya kepada-Nya bertawakal, qada' dan qadar Allah memang bukan di bawah kuasa manusia. Ya Allah...ku serahkan segalanya hanya kepada Mu. Aku yakin bahawa sesungguhnya telah Engkau sediakan sesuatu yang terbaik buat ku di sebalik semua yang berlaku ini. Segala puji dan syukur ku hanya untuk Mu....
Selama 2 hari saya berobat ke dokter tidak ada perbaikan sama sekali lalu saya dirujuk ke RSPP Balikpapan. Nah inilah ujian saya dimulai.....
Saat itu saya hanya mempunyai 1 buah jilbab langsung karena saya tidak sanggup mengenakan jilbab dengan peniti dan baju tangan panjang yang saya punya saat itu hanya 2 buah. Sempat saya berpikir untuk membuka kembali jilbab yang saya kenakan karena saya berpikir 'akan ribet' jika nanti saya harus dirawat di RSPP. Tapi saya kembali menguatkan hati bahwa ini mungkin hanya sedikit ujian dari Allah untuk saya dan saya harus sanggup melaluinya.
Selama dalam pesawat saya merasa tersiksa karena terpaksa harus duduk selama 40 menit... alhamdulillah Haura pun tidak rewerl ia pengertian sekali dan tahu kalau mamanya sedang sakit.
"Mama, makan yang banyak ya biar cepet sembuh."
"Mama, jangan nangis nanti tambah sakit"
"Mama, kaka sayang sama mama"
"Mama, cepet sembuh ya biar bisa main sama aku lagi, biar bisa gendong lagi"
Haura salah satu obat penguat dan penahan rasa sakit saat itu, pelukan dan ciumannya cukup membuat aku tegar.
Hasil pemeriksaan dokter ternyta bantalan tulang belakang saya melesat keluar dan menyentuh syaraf besar dan saya harus segera opname saat itu juga, pikiran saya kalut sekali airmata pun tidak berhenti menetes.
Bagaimana dengan Haura, hanya itu yang saya pikirkan karena di Balikpapan kami sama sekali tidak ada sanak saudara. Hubby meyakinkan bahwa ia bisa menjaga dan merawat Haura sampai aku betul-betul sembuh total.
Haura dan papana menemaniku sampai jam 9 malam lalu mereka kembali ke hotel dan baru akan datang lagi jam 10 pagi untuk menjenguk, begitulah setiap hari sampai aku harus dirujuk ke RSPP Jakarta karena keterbatasan alat di RSPP Balikpapan.
Saat itu karena terburu-buru saya hanya membawa 1 helai jilbab ke Balikpapan walhasil baunya jadi tidak karuan setelah selama 3 hari tidak dicuci. Pada saat jilbab itu dicuci saya seharian mengenakan mukena, pokonya bener2 cuci kering pake
Pakaian pun benar2 seadanya saya hanya mengenakan kaos tangan pendek dan cardigans tangan panjang.
Sesampainya di Jakarta, Ibu saya pun sempat kaget "sejak kapan pakai jilbab ko gak cerita", ya semua kaget karena saya memang tidak cerita apa-apa pada mereka. sebelumnya. Di jakarta saya sudah mulai merasa lega karena Haura ada yang menjaga. Setelah selama 1 minggu saya melakukan terapi akhirnya sudah ada perbaikan. Selain dari sisi medis pun saya melakukan terapi ke sebuah klinik kesehatan di daerah Cempaka Putih, disini saya mulai merasakan penyembuhan yang berarti. Saat diterapi disini diketahui bahwa rahim saya pun bermasalah karena kuretase 1 tahun yang lalu dan saya pun sekalian mengobati rahim saya mengingat sudah hampir 1 tahun juga saya berusaha untuk hamil lagi tapi tidak berhasil.
Setelah saya sembuh total saya kembali ke Berau dan baru bertemu dengan teman-teman saya disana. Beragam reaksi mereka saat mengetahui saya berjilbab,yang pasti yang mengatakan kalau saya tambah cantik itu banyak sekali entah emang beneran tambah cantik atau basa-basi
Bulan depannya tepat di hari Ulang Tahun saya, iseng saya membeli testpack karena sudah telat 7 hari dan Alhamdulillah hasilnya POSITIF ................................
Setiap kejadian pasti ada hikmahnya... inilah berkah terindah yang saya dapat.... Pada saat saya diberi sakit saat itu ternyata Allah SWT sedang menyiapkan hadiah yang indah untuk saya... Syukur alhamdulillah saya dapat melaluinya.............
Tuesday, October 26, 2010
[Coretan] Ancaman Bunuh DIri
Ketika pertama kali saya mendapat ancaman bunuh diri ada rasa ketakutan "dan berpikir gmana kalau mati beneran" tapi ya jujur selain itu ada perasaan tersanjung. "huaaa, dia rela mati untuk aku" atau "sebegitu cintakah dia sama aku" dan rasa tersanjung itu yang dulu membuat saya menjadi bertahan dengan 'orang' seperti itu. Saya juga heran bisa 2 (dua) kali bertemu orang seperti itu, apa type kaya saya gini emang yang disukain'orang-orang' kaya gitu ??? :)hehe. Syukur alhamdulillah hubby saya jauh sekali dari sifat seperti itu dan sangat dewasa sekali menghadapi masalah. Bahkan dulu saat masih pacaran saya sempat minta putus ma hubby dan dengan santainya bicara "ya kalau ade minta putus silahkan, mas gak bisa cegah karena mas gak mau nyakitin tapi asal ade tau mas sayang banget dan jujur mas gak ingin selesai tidak mau." huhuhuhu padahal kan ancaman putusnya cuma 'maen-maen' pengen ditahan-tahan gitu deh... heheheh
Oya kembali ke cerita teman saya (P) itu kalau pacar (cewe) (N) nya adalah type yang posesif (salah satu ciri yang pertama) *maaf sok tahu semua hanya berdasarkan pengalaman bukan hasil penelitian*
Awalnya sih saya tidak berkeberatan mendengar curhatannya tapi ko lama-lama sudah mulai mengganggu dan gak tau waktu, pernah nelpon saat jam 4 pagi, 12 malam, 1 pagi... ugh yang paling bikin sebal kalau saat itu saya lupa mematikan HP dan Haura terbangun trus rewel deh
"Gila jul, ini mah si X versi cewe"
Satu minggu setelah itu N seperti membabi buta, ada cerita lucu si N ini nongkrongin kostan P dari shubuh dengan berharap bisa bertemu P. Padahal P ini ada di dalam kamarnya tidak keluar-keluar saking gak bisa keluarnya P samapai minum diapet biar tidak bisa buang air besar karena kalau mau ke kamar mandi pasti harus melewati N dan itu berlangsung berhari-hari
Peristiwa terparah yang saya alami adalah seorang lelaki (S) yang masuk rumah sakit karena percobaan bunuh diri dengan meminum racun serangga karena kekasihnya H ingin menyudahi hubungannya padahal S ingin sekali menikah dengan H. Hanya berselang dua belan dari kejadian itu akhirnya mereka menikah dan bisa ditebak pernikahan pun tidak berjalan secara wajar. S yang mempunya hobby selingkuh membuat H semakin tersiksa tapi saya pun bingung entah kenapa H selalu saja dapat ditaklukan S. Yang lebih membuat saya bingung S kan cinta mati dengan H tapi ko masih saja senang bermain api dengan wanita lain dan tau jawaban S itu apa "H itu adalah investasi masa depan untuk menemani di hari tua" ... haiyaaaahh.... enak bengat kalau memang investasi ya dijagain dong jangan disakiti terus. Setelah dua tahun menikah akhirnya H bisa bercerai dari S dan satu kalimat yang saya masi ingat sampai sekarang dari H. "Akhirnya aku bisa lepas dari dia".
Nah kalau pengalaman pertama ancaman saya dulu cukup membuat dagdigdug dan khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Saya juga heran padahal dari penampakan luar lelaki ini pribadi yang kalem, ramah, pendiam. dan cerdas Tapi setelah 1.5 tahun dekat baru terlihat sifat aslinya saat saya sudah jenuh dengan hubungan dan ingin menyudahinya ia membentur-benturkan kepalanya ke tembok sampai keningnya berdarah dan walhasil membuat saya saat itu luluh untuk mengurungkan niat saya. Atau pernah juga dengan nekat mengambil pisau buah dan dengan ragu menggoreskan ke tangan, hmmm pernah juga hanya karena masalah sepele ia membenturkan batu ke keningnya persis seperti para atlit pencak silat yang sedang unjuk kebolehan. Pernah juga ia memukul-mukuli diri sendiri dan kadang dalam hati saya jadi geli sendiri melihat kelakuannya. Untung saja dulu ia selingkuh dan akhirnya saya bisa punya alasan kuat melepaskan diri dari lelaki seperti itu.
Pengalaman kedua saat saya sudah bekerja hampir saya terjebak dengan 'lelaki' seperti itu lagi. Ada salah satu teman yang mendekati saya dan saat saya sudah melihat gelagat mirip dengan yang saya alami dulu langsung saya menjauh. Kejadian paling saya ingat saat saya mengatakan saya tidak bisa berhubungan dengannya karena saya sudah mempunya kekasih *yang menjadi hubby saya sekarang* dan tebak dia nekat meminum racun serangga dan P lah yang membantu saya mencegah kejadian itu berlanjut.
Saya perhatikan orang-orang seperti itu mempunyai masalah dalam menjalin hubungan dengan orang sekitar maksudnya hubungan berteman juga. Biasanya mereka tidak terlalu banyak teman jadi saat bertemu orang yang dirasa cocok menajdi tergantung. atau punya trauma masa kecil sendiri. Sampai sekarang pun saya sebenarnya masih penasaran mengapa 'perilaku menyimpang' itu bisa timbul. Tapi yang bisa saya tariklkesimpulan bahwa orang-orang tersebut tidak dekat dengan Allah. Kalau tau agama berarti kan tau bunuh diri itu adalah sebuah dosa besar. Tapi kadang ada beberapa juga yang melakukannya hanya untuk dijadikan 'alat' saja untuk meluluhkan hati pasangan maksutnya tidak benar-benar serius melakukan itu.
So untuk yang pertama mengalaminya jangan takut menghadapinya malah sebaiknya harus tega secepatnya tinggalkan saja orang seperti itu sebelum berlarut-larut. Jangan sampai terjebak oleh 'cara-cara' seperti itu tapi tetap harus waspada takutnya ternya,ta ancamannya itu bukan hanya gertakan. Membuktikan rasa cinta seperti itu dah gak jaman
Cintailah pasangan kita karena Allah SWT, kalau jodoh gak kemana ko...
Dan taukah kalian dua lelaki yang pernah mengancam saya itu sekarang sudah menikah dan mempunyai anak dalam keadaan sehat bugar
Hidup ini sangat indah kalau dilewatkan begitu saja....
Monday, October 25, 2010
[Coretan] Jilbab pertama
Sebenarnya saya malu sekali dengan teman-teman sekalian tapi mungkin kesalahan saya selama ini bisa dijadikan pembelajaran buat kita semua...
Saya malu butuh 28 tahun hanya untuk melaksanakan kewajiban saya sebagai wanita muslimah yaitu 'menutup aurat' *sigh*.
Saya berasal dari keluarga yang biasa-biasa saja, hingga saya ingat saat saya sedang kelas 5 SD terjadi hal yang membuat saya terheran-heran. Bapak jadi sangat religius, maksud saya sebelumnya kami melaksanakan shalat & mengaji seperti biasa tapi tidak mendalami ilmu agama islam lainnya lebih jauh. Duh gmana ya menjelaskannya yaaa, maksud lebih religius ini susah diungkapkan dengan kata-kata. Saat itu Bapak meminta Ibu menggunakan jilbab dan ibu pun mengenakannya, menurut saya ibu terlihat lebih cantik mengenakan jilbab walalupun sebenarnya ibu juga tetap cantik ko menggunakan pakaiannya sehari-hari yang memang tertutup.
Saat saya menginjak SMP pun Bapak selalu menyindir saya jika mengenakan pakaian yang ketat atau memperlihatkan lekuk tubuh. Saya pun sempat disuruh Bapak menggunakan jilbab "ah gak mau panas" tapi Bapak saat itu tidak memaksa tapi tetap selalu protes jika saya menggunakan pakaian yang ketat/pendek.
Dalam berpakaian saya tidak aneh-aneh ko mengingat tubuh saya yang agak gemuk *gak mau dibilang gemuk* hehehe celana jeans+kaos sudah cukup. Saat duduk di bangku SMA pun lingkungannya anak baik-baik dan banyak yang menggunakan jilbab, saya ingat betul saat pergantian tahun 2000 saat yang lain merayakan dengan hura-hura saya dan teman-teman sekelas itikaf di masjid dengan mengaji dan shalat tahajud. Setiap liburan panjang sekolah pun bapak selalu mengikutkan saya pesantren kilat dan saya senang mengikutinya. Setiap selesai sanlat keinginan saya berjilbab pun kuat tapi krn saya merasa tidak PD saat mengenakan jilbab *muka terlihat menjadi bulat* jadi niat itu pupus lagi, begitulah setiap saat.
Padahal saya tahu hukum memakai jilbab itu wajib dan tertera di dalam AlQUran dan disunnahkan oleh Rasulullah SAW tapi tetap tidak melaksanakannya dengan alasan-alasan pembenaran yang diada-ada oleh saya sendiri.
Ini lah beberapa alasan pembenaran saya selama ini
1. Belum siap, saya takut nantinya 'buka-tutup'
Dicoba saja belum tapi sudah takut duluan tapi ini alasan pembenaran saya setiap ditanya kenapa tidak berjilbab. Siap ya saya belum siap tapi setelah dipikir-pikir belum siap apanya yaaaa, saya juga bingung sendiri. Seandainya nyawa saya dicabut tiba-tiba apakah saya siap ???? Dengan pemikiran yg mengada-ada seperti ini sama saja dengan 'ah buat apa shalat kalau nantinya bolong-bolong shalatnya, atau buat apa puasa kalau nantinya ada yang batal" Sayangnya sekali lagi butuh 28 tahun bagi saya untuk dapat mengetahui kesalahan pemikiran saya.
2. Takut susah dapat jodoh, berjilbab setelah menikah
Ya saya tidak PD saat mengenakan jilbab karena muka saya jadi terlihat bulat sekali dan gemuk sehingga takut tidak ada lelaki yang suka dengan saya. Ya Allah saya menangis jika saya ingat itu alasan saya tidak melaksanakan kewajibanMu... Saya sangat tidak bersyukur dengan keadaan fisik saya saat itu, saya lebih mengutamakan penampilan duniawi daripada melakukan perintahMu. Apakah saya dapat menjamin kehidupan saya di masa yang akan datang, apakah saya sempat menikah, apakah saya sempat mempunyai anak. Sebegitu sombong dan yakinnya saya masih hidup nanti.
3. Buat apa berjilbab kalau hati belum siap, belum bersih, masih suka ngerumpi berbuat maksiat dan dosa-dosa lainnya, percuma dong pakai jilbab yang penting kan hatinya.
Saya selalu melihat hal negatif demi membenarkan pemikiran saya yang salah. Ya saya lihat dengan mata kepala saya sendiri beberapa teman yang memang mengenakan jilbab tapi melepas jilbabnya saat berpacaran atau bahkan sampai menginap bersama di kost atau perempuan berjilbab yang hamil di luar nikah, atau berjilbab tapi asyik ngerumpi.. ahh kenapa saya melihat keburukan-keburukan saja mengapa tidak saya bandingkan juga seorang teman yang berjilbab, berperilaku dan berkata santun, rajin mengaji, aktif dalam kegiatan DKM.
Jadinya seolah-olah jika tidak berjilbab dan melakukan maksiat itu wajar saja. Apabila hanya hati yang diutamakan, pasti akan hilanglah sebagian syariat yang mulia . Tentu kaum muslimin tidak perlu bersusah payah menunaikan shalat lima waktu, berpuasa dibulan Ramadhan, membayar zakat dan sedekah atau bersusah payah menghabiskan harta dan tenaga untuk menunaikan ibadah haji ke tanah suci Mekah atau amal ibadah lainnya.
4. Belum dapat hidayah
Ini alasan yang lebih jitu lagi saat itu tapi akhirnya saya sadar jika benar-benar serius dalam mencari atau pun menunggu petunjuk dari Allah SWT, saya pastilah akan melakukan jalan-jalan menuju pencariannya itu tidak hanya duduk termangu menunggu hidayahNya. Saya mulai membaca buku-buku, artikel dan bertanya pada ustad/ustadzah atau pada teman yang mengerti hukum-hukum Islam tentang jilbab. Setelah menikah saya pun sempat mengenakan jilbab'buka-tutup', kalau lagi pengen pakai ya dipakai kalau engga ya sudah'. Sampai suatu saat saya bertemu dengan seorang teman muallaf dan betapa kagetnya saya saat ia mengankan pakaian muslimah dengan jilbabnya. Saat saya tanya kenapa berjilbab ? jawabnya "Bukannya memang wajib ya di Islam, saat saya mengucapkan 2 kalimat syahadat langsung saya mengenakan jilbab karena saya ingin menjadi muslimah yang seutuhnya"
JLEBBBB rasanya seperti ada kayu runcing yang menembus dada saat itu. Saya yang seorang pemeluk agama Islam sedari lahir, saya yang tahu hukumnya berjilbab tapi dengan alasan yang diada-ada tidak melakukannya.... tak terasa menetes air mata saya saat itu. Ya Allah betapa malu dan hinanya saya ini.
Tepatnya kapan saya memakai jilbab saya sudah tidak ingat lagi tapi baru dalam hitungan bulan kok, semoga Allah SWT mau mengampuni dosa-dosa saya. Saya pun masih belajar mengenakan jilbab yang sesuai syar'i, pelan-pelan saya mengenakan jilbab yang memang menutup dada dan mengenakan baju muslimah yang sopan. Alhamdulillah berkahnya sangat saya rasakan, ketakutan-ketakutan wanita pada umumnya pun tidak saya rasakan.
- Tidak terasa panas padahal mengingat suhu di kota berau ini panas dan terik.
- Tidak ribet, satu minggu pertma sih papana Haura selalu complain krn 'lama dandan'nya maklum masi belajar kadang kerudung yang saya gunakan miring ke kiri ke kanan..:)hehe tapi sekarang jilbab-jilbab langsung dan menutup dada bagus dan cantik-cantik ko.. tinggal blessss .. beres deh
- Tidak perlu menyisir.. ini saya aja yang males... kalau mau antar Haura sekolah pagi- pagi tinggal pakai jilbab langsung cacaw deh ^_^
(Papap, Haura, Mamam & Hauko ?)
*sedikit narsis majang foto*
NB : Maaf jika ada pemahaman saya yang salah mohon dikoreksi, saat ini saya sedang belajar untuk menjadi seorang anak, istri, ibu dan manusia yang lebih baik....... Mohon bimbingannya ^_^
Thursday, October 21, 2010
[Coretan] Gara-gara "anak sapi"
Dalam tulisan itu memang saya menyebut istilah anak sapi dengan potongan kalimat sebagai berikut ---untung saja haura saat itu menolak minum sufor kalau tidak lanjut jadi anak sapi deh ^_^hehehe ---
Saya tidak menyangka reaksi yang timbul sangat berdampak negatif padahal saya sudah meminta maaf dan menjelaskan asal muasal kata 'anak sapi' tersebut dan saya pun mengedit tulisan tersebut untuk menghindari polemik yang berkepanjangan dan tidak mau ada lagi yang tersakiti karena tujuan awal saya pun hanya sekedar sharing.
Darimana asal muasal saya dengar kata 'anak sapi' ??? Saya dengar dari salah satu teman saya yang memang memberikan sufor pada anaknya, karena sudah umur 3 tahun si anak masih suka ngedot kadang teman saya tersebut sering menggoda anaknya dengan sebetun "ihhhh anak sapi , masa dah gede masi ngedotttt"
Saya tidak berpikir panjang dan saya ambil istilah tersebut tapi ternyata dampaknya jadi panjang begini
Penasaran... akhirnya saya coba googling dan ternyata istilah anak sapi ini benar2 menjadi polemik di kalangan ibu-ibu yang memberikan sufor. Saya sempat kaget apalgi setelah baca beberapa blog yang saya baca, ternyata istilah tersebut membuat rasa tidak nyaman, sakit hati atau malah berujung ada yang malah menghujat kampanye ASI baik dalam bentuk milis, blog atau apapun. Wahhhh akhirnya saya mengerti mengapa ada yang sesewot itu gara-gara saya menyebut istilah anak sapi.
Ternyata setelah mencari info-info lebih jauh pro-kontra istilah 'anak sapi' tersebut saya mencoba melihat dari 2 (dua)sisi. Saya yakin para ibu atau orang-orang yang berkampanye ASI tidak ada maksud untuk menyakiti sesama ibu lainnya, maksudnya baik untuk mendukung pemberian ASI. Hanya mungkin istilah tersebut digunakan untuk menyindir *menurut pandangan saya ya .. maaf kalau salah" yang memang tidak mau memberrikan ASI. Tapi jadinya terkesan keras bagi para ibu-ibu yang memberikan sufor apalagi pada ibu yang memang karena keterbatasan dan kendala secara medis atau mental.
Siapa yang gak sewot wong dilahirkan susah-susah eh dicap anak sapi pasti sedih lah tapi ada juga loh teman saya yang memang cuek dengan santainya dia bilang "lah emang kenyataannya ko dia minum susu sapi kalo ada yang bilang anak sapi biarn aja deh," *sambil cengar-cengir...
Atau para ibu yang sudah bersusah payah memberikan ASI padahal sudah bolak-balik ke klinik laktasi atau melakukan berbagai cara tapi tidak berhasil dan harus menyerah memberikan sufor.Makanya saat anaknya diberikan label seperti itu perasaannya sangat sedih. Dengan tidak bisa memberikan ASI saja sudah cukup sedih apalagi mendengar istilah tersebut.
Saya malah jadi sedih setelah membaca beberapa statement ibu yang malah balik menghujat milis atau perkumpulan pro ASI yang dianggap sok idealisme dan penjahat karena dirasa telah memojokkan para ibu lainnya. Atau statement-statement lainnya yang malah jadi menyimpang .
Sekali lagi saya yakin ko para ibu yang ada dalam milis ASI/kesehatan yang berkampanye ASI tidak ada maksud menyakiti para ibu lainnya. Mereka hanya mengingatkan ibu2 agar tetap memberi ASI karena semakin gencarnya perusahaan susfor berpromosi. Pada saat itu memang banyak ibu2 yang yang memberikan sufor ke anaknya bukan karena ASInya tidak keluar atau tidak cukup, tapi karena tidak tau kalo ASI itu yang terbaik buat bayinya. Dulu juga belum banyak informasi bagaimana meningkatkan produksi ASI, bagaimana memberikan ASI pada kondisi ibu yang bekerja dan lainnya. Sekarang akses informasi begitu mudah dan para ibu juga tau kalo ASI adalah yang terbaik untuk bayi, tentunya ibu-ibu mengusahakan semampunya untuk memberi ASI, karena sudah insting ibu untuk memberikan yang terbaik untuk anaknya
Jadi stop saling 'menyalahkan' .. semua ibu pasti ingin yang terbaik untuk anaknya....
Menurut saya kampanye ASI itu perlu bahkan saya salut para ibu tersebut melakukannya dengan sukarela berbeda dengan promosi sufor yang menelan banyak biaya. Tapiiiiii mungkin caranya diper'halus' sehingga tidak ada yang tersakiti lagi karena saya berpikir takutnya dengan semakin banyak yang merasa tersakiti dan berkumpul malah dijadikan 'pembenaran' tersendiri untuk sufor *u know what i mean'...
Nah bagi para ibu yang terpaksa memberikan sufor mari kita berjuang untuk anak-anak kita selanjutnya untuk dapat memberikan ASI full sampai 24 - 30 bulan seperti sunah Rasulullah SAW. Saya yakin dari pengalaman dan kegagalanlah kita belajar, segala sesuatu itu saya yakin ada hikmahnya...
Friday, March 5, 2010
BUKAN SINETRON ... part 1
sudah lama saya ingin membagi cerita ini tapi baru kali ini sempat menulisnya. Dua tahun terakhir ini entah mengapa banyak kisah yang saya dapat dari orang2 sekitar saya dan membuat saya semakin bersyukur dengan segala yang dianugerahkan Allah kepada saya. Mendengar kisah mereka pun membuka mata saya bahwa kehidupan itu benar2 keras dan saya malu yang selama ini sering mengeluh. Sebelumnya terimakasih kepada orang2 yang telah berbagi kisahnya dan menginspirasi saya.
******
Awal pertemuan saya dengan Pak K ini gara-gara saya membeli bakso di tempatnya dan ternyata saya adalah pembeli pertama. Pak K berjualan bakso di depan ruko yang tidak ditempati oleh si penyewa rukonya, lalu mengapa saya tertarik membeli bakso karena Pak K ini menggunakan banner yang eye catching kebetulan di sini baru satu2nya seorang tukang bakso menggunakan banner. Dan ternyata bakso buatannya enak, gurih dan dagingnya terasa tidak seperti kebanyakan bakso yang dijual di sini. Pak K bercerita kepada kami bahwa ia berasal dari Jepara seorang pengrajin ukiran dan banting setir berjualan bakso karena pemilik usahanya yang seorang WNA bangkrut sehingga harus gulung tikar.
Saat umur 16 tahun ia sudah merantau ke Bogor dan bekerja di salah satu pabrik meubel, setelah jam kerja ia bekerja menjadi supir angkutan kota dan kadang menjadi supir sewaan ke luar kota. Tidak jarang Pak K sampai rumah setelah adzan shubuh berkumandang dan pagi harinya sudah harus kembali bekerja ke pabrik. Hidup yang dilalui dari remaja sudah sedemikian keras hingga pada tahun 2009 ia memutuskan hijrah ke Kalimantan dengan bermodal motor tua ia nekad menumpang kapal barang ke Samarinda meninggalkan ank dan istrinya. Sesampainya di Samarinda ia memulai berjualan bakso dan karena persaingan yang sudah cukup ketat ia akhirnya memutuskan pindah kota ke Sangata lalu Bontang dan berakhir di Berau semua ia lalui dengan bersepeda motor. Di Kabupaten Berau ini lah ia bisa dibilang sukses, omset hariannya mencapai 6 juta rupiah diluar perkiraannya. Setelah 2 bulan menetap akhirnya ia memboyong istri dan ketiga anaknya.
******
Tekad untuk tidak memakai asisten rumah tangga akhirnya luluh karena peristiwa keguguran yang saya alami. Disinilah saya bertemu I , yang baru saja datang dari Pulau Jawa dan berniat bekerja di rumah saya. Dari hari ke hari I semakin terbuka dengan saya dan bercerita tentang kisah hidupnya. Saat menginjak umur 13 tahun I diajak oleh sepupunya untuk bekerja di Malaysia alih-alih dapat pekerjaan sesampainya di Malaysia I dijual oleh sepupunya sendiri ke Mr. x seorang Indonesia yang telah berubah kewarganegaraan menjadi warga negara malaysia. Walaupun dijual ternyata I dinikahi oleh Mr. X tersebut tetapi di umur yang masih terlalu muda untuk berumahtangga I hanya mendapat siksaan dan siksaan dari hari ke hari, selama 3 tahun I bertahan menjadi istri Mr. x sampai akhirnya I melarikan diri dari rumah dan tertangkap polisi dan dipenjara karena dianggap pendatang gelap. Akhirnya setlah bbrp lama dipenjara I dipulangkan ke Indonesia dan kembali ke kampungnya. I memutuskan bekerja kembali sebagi asisten rumah tangga di pulau Bali disanalah ia bertemu Y yang akhirnya menjadi suaminya walaupun berbeda keyakinan, setalah menikah I mengikuti suaminya untuk bertempat tinggal di kampung halaman suaminya di NTT dan satu rumah dengan keluarga suaminya. Lagi-lagi siksaan kembali didapatkannya tapi kali ini bukan dari suami tapi dari keluarga suami karena dianggap berbeda keyakinan. Bertahun-tahun I tidak dapat melaksanakan ibadah yang biasa dia lakukan, walaupun sudah dikaruniai 2 putri tetap keadaan tidak berubah. Sampai pada saat umur anak yang ke-2 menginjak 1 tahun ia memutuskan untuk lari dan membawa anaknya, malang pelariannya itu diketahui dan akhirnya I diusir oleh keluarga suaminya dan dipisahkan dari kedua anaknya. Air susu yang masih berlimpah terbuang cuma-cuma karena dia dipisahkan dari anaknya yang masih membutuhkan ASI. Sepanjang perjalanan pulang ke kampung dengan kondisi PD yang bengkak dan kerinduan yang mendalam pada kedua anaknya menambah rasa sakit yang ia rasa. Saat ini ia sudah menikah lagi dengan seorang pria tapi penderitaan pun masih beum usai di hari ke-2 pernikahannya ia harus menghadapi kenyataan kalau ia ternyata hanya dijadikan istri ke-2.
*****
C seorang sarjana teknik mesin dengan predikat lulus memuaskan di universitasnya, selama 2 tahun menganggur dan hanya bisa mendengar pergunjingan keluarga dan lingkungan tempat tinggalnya. Sempat menjadi tukang becak, kernet bahakan supir angkutan umum karena tidak mendapat pekerjaan. Dengan bekal nekad akhirnya ia hijrah ke Pulau Kalimantan yang katanya banyak perusahaan2 besar disana. Lagi-lagi nasib baik tidak berpihak padanya semua lowongan yang ia lamar tidak bisa menerima karena ia tidak memiliki KTP Kalimantan. Saat ini ia menjadi tukang sayur keliling, ya tukang sayur keliling dengan titel ST dan omset 4 juta per hari.
*****
Friday, February 12, 2010
[Coretan] Bukan Sakit Pinggang Biasa
Moms, kalau sekarang ini kalian mengalami sakit pinggang yang tidak kunjung sembuh lebih baik segera periksakan ke dokter jangan sampai kalian mengalami hal yang aku alami atau jangan sampai sakitnya bertambah parah.
Awalnya aku pikir sakit di daerah pinggang in hanya sakit pinggang biasa, sekitar 2 tahun yang lalu tiba2 di bagian pinggang bagian belakang dekat p*nt*t tiba2 terasa sakit seperti salah urat. Akhirnya panggil tukang urut lalu terasa enak tapi hanya bertahan bbrp saat saja dan terus berulang sampai aku sadar sakit pinggang ini terjadi setiap saat setiap waktu setiap jam setiap menit dan setiap detik. Kalau sedang 'kambuh' rasa sakitnya sampei menjalar ke kaki tapi hanya sebelah kanan saja. Awalnye terasa pegal lalu semutan dan kadang sampai mati rasa, tak terhitung tukang urut yang sudah aku coba di Berau ini baik itu yang perempuan atau laki2 saking pengennya aku sembuh.
Jika berobat ke dokter aku selalu divonis infeksi saluran kencing, bbrp tukang urut pun mendiagnosa kalau peranakanku turun malah sempat diurut hasilnya sakit pinggang tidak sembuh malah ovariumku yang bengkak karena diurut
Puncaknya sebelum bulan ramadhan kemarin sakitnya menjalar sampai ke perut padahal biasanya hanya kaki, saat diperiksakan ke dokter aku didiagnosa usus buntu dan harus dioperasi. Rasanya kaget sekali jika ternyat aaku benar usus buntu maka kami merencanakan untuk melakukan operasi di jakarta. Kebetulan sekali bulan depannya hubby cuti ke jakarta jadi aku sekalian untuk berobat.
Akhirnya aku mencoba berobat di salah satu Rumah Sakit Internasional di Bandung, Dokter di sana mendiagnosa bahwa di ruas tulang belakangku terjadi disc bulging , nama penyakitnya HNP kepanjangannya adalah Hernia Nucleus Pulposusbiasanya masyarakat mengenal dengan istilah Syaraf terjepit. Menurut dokter di setiap ruas itu ada bantalan nah bantalannya itu keluar / menonjol sehingga menekan titik saraf di sekitarnya yang membuat rasa sakit itu timbul.
Untuk kasusku ini ada 2 ruas yang menonjol/terjepit H4-5 dan H5-1, hasil MRI dan rontgen pun menunjukkan selain terjadi disc bulging ternyata ada kelainan tulang belakang, aku menderita scoliosis dan hyperlordosis walalupun tidak terlalu parah tapi ternyata cukup menambah rasa sakit pada pinggang dan punggungku
Saat bertanya pada dokter apakah ada obatnya, jawabannya untuk disc bulging ada yaitu operasi. Untuk kelainan tulang belakangnya melalui terapi tapi itupin tidak mengembalikan bentuk tulang ke semula. Duh langsung lemesssssssss dengernya, apalagi denger kata2 operasi belum lagi dokternya berkata hasil operasinya pun 50-50 bisa sembuh atau malah tambah parah/lumpuh.. wekssssssss.. serem banget... Untuk meringankan sakit dari disc bulging ini bisa dilakukan fisioterpi tapi ya itu hanya sesaat. Untuk scoliosis dan hyperlordosisnya bisa diringankan dengan sering berolahraga renang dan membetulkan posisi tubuh.
Setelah tau bahwa ternyata sakit yang aku derita selama ini Bukan Sakit Pinggang Biasa , akhirnya aku putuskan untuk mencari pengobatan alternatif. Sampai saat ini sudah 2x aku mendatangi tempat pengobatan alternatif sampai ada yang metodenya digantung kakinya *kalo inget jadi pengen ketawa* tapi tetap belum ada perbaikan sama sekali :(
Tapi aku belum menyerah, aku yakin pasti ada obatnya..
Setelah menemukan MPnya Mas Erikar dan mebaca artikel yoga tentang scoliosis dan saraf terjepit, aku mulai mempraktekannya tapi karena ksibukan yang padat *jiahh* baru aku praktekan saat 'kambuh' padahal jika rajin katanya ada yang sembuh total
Mulai besok tiap pagi setelah joging aku akan latihan lagi ahhhh pokonya harus rutin... semangat !!!!! ^_^
Tuesday, January 19, 2010
[Coretan] Sorry sir, you're wrong !!!
Tepat 2,5 tahun yang lalu tanggal 20-07-2007 saya mengundurkan diri dari perusahaan tempat saya bekerja. Ada yang mendukung ada juga yang mencemooh tapi menurut saya apa yang salah dengan keputusan itu? saya hanya ingin menjalankan fitrah sebagai wanita.
Pemikiran sedikit rumitnya dari faktor ekonomi pun akan ada komponen-komponen biaya hidup yang akan meningkat
1. Perawatan rumah, yang minimal harus menggaji seorang asisten rumah tangga
2. Perawatan anak, kalau ini tidak perlu disebutkan lagi semua orang sudah tahu berapa biaya untuk memperkerjakan seorang babysitter belum lagi resiko pada anak krn saya tidak tahu apa yang babysitter lakukan saat saya tidak ada.
3. Hiburan dan mainan anak, dengan ditinggalnya anak dan pengasuh maka saya akan lebih berpikir untuk banyak memberikan hiburan dan mainan anak agar tidak bosan.
4. Makan di luar, dengan sedikitnya waktu untuk memasak maka saya dan suami akan lebih sering makan di luar terutama pada saat jam makan siang. Biaya akan sangat berbeda signifikan jika saya membeli bahan makanan dan memasaknya sendiri di rumah.
5. Transportasi PP ke tempat kerja, kalau tadinya hanya suami yang mengeluarkan biaya transportasi sekarang saya pun harus mengeluarkannya (bensin, karcis tol, parkir dll)
6. Biaya pulsa telepon atau tagihan telepon rumah akan meningkat mengingat akan terpisahkan jarak dengan suami yang berada di luar pulau.
7. Hal-hal lain yang berkaitan dengan pekerjaan (pakaian kerja, accesoris kerja, sepatu, tas dll)
Setelah dihitung-hitung sisa uang kami berdua (penghasilan saya + suami) lebih kecil daripada bila hanya satu orang yang bekerja maka dilihat dari sisi ekonomi akan lebih baik bila hanya satu orang saja yang bekerja.
Tapi kadang-kadang kuputusan untuk memiliki dua income tidak selalu didasarkan pada ekonomi, ada beberapa alasan mungkin untuk mengisi waktu, untuk kesenangan, aktualisasi, bersosialisasi atau hal-hal lain di luar faktor ekonomi. Alasan tersebut tidak salah tapi saya pribadi hanya berpikir apakah hal tersebut sebanding dengan hal-hal non material yang saya korbankan, seperti waktu yang hilang bersama anak, kemudian dalam merawat anak, kebersamaan dengan suami.
Selama satu minggu saya diberikan waktu kembali untuk memikirkan kembali keputusan yang telah saya buat itu. Sempat saya ragu setelah mendengar beberapa tawaran menggiurkan tentang penempatan yang saya inginkan, tapi saya tetap pada pendirian bahwa saya mengundurkan diri dan memutuskan untuk menjadi ibu rumah tangga. Saya ingat beberapa hal yang disampaikan oleh 'seseorang yang tidak dapat disebutkan namanya' pada saat itu bahwa menjadi ibu rumah tangga hanya akan menghambat potensi, emosi seorang wanita yang ‘hanya’ ibu rumah tangga.. mengapa saya menggunakan tanda “” krn sejujurnya saya tidak setuju dengan sebutan ‘hanya’ yang seolah-olah menjadi ibu rumah tangga itu adalah pekerjaan yang sangat rendah. Ok kita kembali ke topik bahwa emosi seorang ibu rumah tangga cenderung labil krn kurangnya berinteraksi dengan orang, kemampuan berpikir pun akan jauh berkurang dibandingkan dengan wanita bekerja. Saya mantap dengan pendirian dan keputusan untuk mengundurkan diri dari pekerjaan dan tidak melanjutkan kuliah master yang saya rencanakan sebelumnya.
“Ingat kata-kata saya Julia, kalau dalam jangka dua tahun kamu tidak menyesal dengan keputusan yang telah kamu buat, kamu boleh memotong kuping saya.”
Pada awalnya saya menganggap pekerjaan rumah tangga hanyalah pekerjaan sederhana, tetapi setelah dijalani saya baru sadar ternyata pekerjaan rumah tangga itu sangat rumit. Seorang ibu tidak memiliki jam kerja tertentu artinya, tugasnya di mulai dari bangun tidur hingga tidur lagi.bahkan menjadi ibu rumah tangga, berarti banyak belajar, seperti belajar manajemen, baik manajemen rumah tangga, manajemen keuangan sampai manajemen qolbu. Belum lagi tempat tinggal kami yang bukan di kota besar dengan keterbatasan fasilitas yang ada membuat kami hidup dengan penuh tempaan. Minggu-minggu pertama memang begitu menyiksa, saya yang biasa dengan rutinitas perkantoran, bertemu dengan banyak orang tiba-tiba dihadapi dengan kondisi seharian hanya bertemu suami dan tukang sayur. Rutinitas saya berubah drastis, setelah bangun pagi yang biasanya saya hanya mandi menyiapkan sarapan dan bersiap untuk pergi ke kantor maka saat itu saya harus membereskan seluruh sudut rumah, menyiapkan sarapan, mencuci baju, menyetrika, memasak dan sekarang setelah hadirnya anak maka rutinitas bertambah dengan memandikan, memberi makan , mengurus anak dan terus berulang setiap hari tanpa henti.
Saya ibu rumah tangga sekaligus pembantu, babysitter, tukang kebun, koki, akuntan, psikolog dan perawat. Tapi hanya butuh beberapa minggu saja saya beradaptasi dan terbiasa dengan semuanya. Ternyata dari semua kebosanan itu hanya satu obatnya ‘ikhlas’, saya kembali merenung apa tujuan dari hidup saya, ya saya hanya ingin menjadi seorang istri yang selalu bisa mendampingi suami, saya hanya ingin menjadi ibu yang merawat anak degan tangan saya sendiri bukan tangan pembantu bukan dengan tangan babysitter atau dengan tangan orang tua saya (nenek/kakek). Saya hanya ingin menjadi orang yang pertama tahu kapan anak saya bisa pertama kali tengkurap, merangkak, berjalan, kapan gigi anak saya tumbuh, saya hanya ingin menjadi orang yang pertama dicari oleh anak saya jika menangis bukan mencari pembantu, babysitter dan saya hanya ingin jika anak saya sudah besar nanti sayalah orang pertama yang dilihat saat ia pulang sekolah.
Ya saya sanggup bersusah payah manjalani karier sebagai ibu rumah tangga walaupun kadang selalu diremehkan dan tidak mendapat pengakuan yang layak hanya karena saya sangat mencintai suami dan anak yang diamanahkan Allah kepada saya.
Alhamdulillah menjadi ibu rumah tangga ternyata tidak menghambat potensi saya seperti yang pernah dibilang dahulu, waktu saya menjadi lebih fleksible dalam mempelajari hal-hal yang saya minati. Masalah emosi labil atau stabilnya menurut saya kembali ke pribadi masing-masing kalau kadang ada rasa emosi menurut saya wajar sebagai seorang manusia. Jika dibilang kemampuan berpikir akan berkurang saya sangat tidak setuju, zaman sekarang sangat mudah mendapatkan informasi, ilmu, pengetahuan dan bahkan kesempatan belajar dalam segala bidang jauh lebih luas untuk saya saat ini.
Saya sama sekali tidak menyesal dengan keputusan besar yang saya buat 2.5 tahun lalu.
Sorry sir, you’re wrong !!!
I’m happy to be full time mommy……..
*kalau ada waktu saya akan datang menagih janji untuk memotong kuping 'seseorang yang tidak dapat disebutkan namanya' itu* ^_^hehehe