Showing posts with label deardiary. Show all posts
Showing posts with label deardiary. Show all posts

Thursday, February 24, 2011

kuat ya beb..

 Ini memang kehamilan ke tiga aku tapi untuk anak ke-2 krn tahun lalu sempat keguguran. Kalau dibandingkan dengan kehamilan pertama bener2 rewel banget.
Di usia kandungan 2 bln setiap hari pilek...berlanjut dengan sakit tenggorokan, demam tinggi dan susah nelan makanan... Kebayangkan lagi oek-oeknya di trisem 1 pake acara susah nelen...
Ehhhh pas masuk usia kandungan 3 bln tiba-tiba seluruh gusi bengkak dan berdarah, walhasil selama 2 minggu aku cuma bisa makan juice apel dan bubur itupun dengan rutinitas dimuntahin lagi setelah makan... BB turun 5 kg.. Cobaaaaa aja dulu turunnya hehe
Dulu wkt diet mau  turun 1 kg aja susahnya setengah mati 

Belum lagi yang tiba-tiba terserang keputihan yang sangat sangat parahhhhhhhhhhhhh, selama ini aku gak pernah keputihan apalagi sampai berwarna) *upss ... maap*. AKhirnya keputihan sembuh saat memasuki usia 8 bulan setelah diberikan obat oleh DSOG di Bandung.

Masuk umur kandungan 6 bln,HNP nya kambuh dan berhubung di Berau tidak ada dr rehab medik jadilah dirujuk ke Balikpapan utk terapi. Alhamdulillah sampai umur kandungan 8 bulan  tidak ada keluhan-keluhan yg berarti lagi.. Krn diungsikan ke kota kali yaaaa hehe


Tapiiiii tadi malem tiba-tiba perut mulessss... Owowowowo jangan-jangan  kontraksi.. hmmmm ko mulesnya aneh hanya 1/2 dari perut sebelah kanan dan menjalar ke pinggang trus ke paha, betis dan jempol kaki. Perkiraanku ini pasti gara2 HNP nya... Akhirnya krn nahan sakit aku baru bisa tidur jam 5 shubuh itupun karena yangtinya haura yang dengan sabar mengusap2 pinggangku *luv u mom* .


Siangnya langsung konsul ke dokter dan harus cek darah, cek urin dan ctg hasilnya secara garis besar bagus tapi satu yang selalu jadi langganan kadar HB ku rendah pantesan muka pucat seharian.. Dan satu lagi mulai besok harus fisioterapi supaya mengurangi 
rasa skit gara HNP itu dan bisa melahirkan normal :)

Bebebku sayang... Yang kuat ya di dalam sana... Sebentar lagi ko.. Semoga qta berdua bisa melaluinya dengan indah saat tiba waktunya nanti :)  

Friday, December 10, 2010

[Gak penting] Gado-gado udang...

Ini beneran gak penting sih tapi pengen aja cerita *dilarang protes yaaa* 

Hari ini memang sudah direncanain gak masak jadi siangnya kita bertiga muter2 deh cari makan siang..... eh si papap tiba-tiba punya ide untuk makan Gado-gado udang di daerah teluk bayur kata temen2nya enak langsung deh meluncur kesana..

Hmmmmm... gado-gado udang, yang kebayang udangnya dipotong kecil-kecil dicampur dengan gado-gado trus cita rasa petis udangnya tajem banget dan gak lupa nanti mau minta pedesssssssss...... minumnya es kelapa muda....  maknyosssssssss....

Setelah berputar-putar di daerah Teluk Bayur yang jaraknya lumayan jauh dari Tanjung Redeb...akhirnya nemu deh warung kecil di pinggir jalan sebelah pasar Teluk. "Kayanya ini ni mam warungnya." tapi setelah liat raut mukaku tiba-tiba ci papap bilang lagi "Dibungkus aja ya kalau gak nyaman sama tempatnya?"
Sebenernya mama sih bukan karena tempatnya tapi heran aja gak ada tulisan udangnya kan padahal yang terkenal GADO -GADO UDANG...
Akhirnya diputuskanlah kami untuk makan disitu, tempatnya lumayan nyaman ko gak jelek-jelek amat bersih dan rapi. Pas masuk ternyata yang makan di dalam udah banyak wah makin yakin nih gado-gado uenak banget..... Karena Haura sudah makan di rumah kami pesan 2 porsi gado-gado udang.....

Sambil nunggu pesanan diantar mama celingak-celinguk ke kanan kiri lihat yang lagi makan *penasaran ma bentuk si gado-gado udang itu*.... Tapi ko gak ada bedanya yaaa ??? *garuk-garuk kepala* . Ngobrol bahasa sunda deh ma ci papap..

"Pap, jigana gado-gadona euweuh bedana, tingali geura nu di sabeulah" sahutku saat itu

"Iya ya mam, udangna sabelah mana nyak?" *ngomong sunda dengan logat jawa*  hehe

"Ngumpet meureun pap." kami berdua cekikikannn....

Dan tibalah pesanan kami... penampakan gado-gado itu ya gado-gado biasa trus disimpen udang 1 ekor di pinggirnya *GUBRAGGGGGGG*  Kirain kaya apa namanya gado-gado udang itu, udangnya gede sih panjangnya sekitar 7 cm (udang galah). Makin deh kami heran dan melanjutkan obrolan...

"Ih ieu teh meuni bodor ya pap, sugan teh jiga kumaha ngaranna gado-gado udang."

"Iya, ini mah gado-gado nu biasa diemamna jeung udang goreng."

Ya berhubung lapar jadinya habis deh gado-gadonya sementara udangnya dimakan Haura 2-2nya..... Setelah selesai makan dan akan bayar betapa kagetnya kami ternyata 1 porsi gado-gado itu bervariasi RP. 25.000,- - Rp. 30.000,- tergantung besar kecil udangnya ... weksssssss.... mahal amirrrrrrrrrrrrrrrrr
Jujur aja rasa gado-gadonya biasa banget trus sayurannya dikiiiiiiit huhuhu bener2 deh gak worth it banget nget nget..... Tapi masa mau komplain toh dah masuk ke dalam perut...
Sambil bisik2 ngomong deh ma ci papap "Meuni awis pisan ngan saukur gado-gado."

ehhhh pas mau pulang tiba-tiba ada Bapak-bapak yang dari tadi nongkrong di meja paling depan ngomong sama mama
"Ibu urang sunda nyak ? timana ?? upami abdi ti sukabumi"
o-owwwwwwww
"Abdi ti Bandung pak."
Omaigotttttttttttttt... ternyata dari tadi ada yang ngerti bahasa sunda,,, gaswat... curigaku sih tuh Bapak-bapak masih sodaraan ma si ibu penjual gado-gado... atau jangan2 dia yang punya.......

huaaaaaaaaaaaa setelah sedikit basa-basi ngobrol bahasa sunda langsung ngacir deh qta... maluuuuuuuuuuuuuuu.....


note : yang gak ngerti bahasanya harap tunjuk tangan wkwkwwk

Monday, December 6, 2010

Laporan singkat jalan-jalan ke BPP

Kenapa saya bilang jalan-jalan agar energi positif yang keluar *haiyah*  soalnya kalau bilang berobat kayanya sedih banget.

Hari Kamis pagi (02 Des) kami pergi ke Balikpapan berbekal rujukan dari dokter perusahaan karena di Berau tidak ada dokter rehab medik dan dokter spesialis saraf padahal alat-alat terapi di RSUDnya lengkap loh tapi dokter rehab mediknya yang tidak ada. Paramedis disana juga tidak berani menterapi saya karena kondisi saya yang sedang hamil.

Alhamdulillah penerbangan tidak delay dan tiba tepat pada waktunya langsung saja kami meluncur ke RSP Balikpapan. Sesampainya di Rumah Sakit Papanya Haura ribet mendorong-dorong koper untung saja kami bawa stroler jadi Haura duduk manis di strolernya tidak lari kesana kemari. Setiap bertemu orang yang ditanyakan pasti "mau melahirkan ya bu ?" soalnya melihat perut saya yang besar belum lagi repot dorong-dorong koper dan stroler Haura ....

Setelah menunggu 2 (dua) jam karena ternyata data-data medis saya hilang terselip entah dimana *cape deh*. Untung saja di klinik fisioterapi banyak alat-alat yang bisa dimainkan Haura dari mulai trampolin, tangga kayu, sepeda dll. Para perawatnya pun baik dan ramah apalagi mereka tahu kalau kami berasal dari Berau, saya pun disuguhkan minuman dan snack padahal pasien yang lain tidak ada yang diberikan.

Setelah bercas-cis-cus dengan dr. rehab medik akhirnya ditarik kesimpulan bahwa respon tangan kiri dan kaki kanan saya lemah dan lagi-lagi dokter menyebut kemungkinan tidak bisa partus normal. "Jadi tolong dipersiapkan mentalnya saja ya bu, jangan kepikiran mau normal" ya sudah pasrahhhhh saja ...

Saat itu saya mendapat tindakan terapi dengan disinar IR dan Tens (dialiri listrik) selama 30 menit. Dalam satu hari saya harus 2 (dua) kali terapi, pagi dan malam hari. Tapi betapa kagetnya saya setelah terapi pertama saya merasakan gerakan janin berkurang jauh padahal sebelumnya aktif sekali. Saat terapi ke-2 pada malam harinya tiba-tiba dokter menegur perawat yang sedang menempelkan tens di pinggang (daerah belakang perut) saya.

"Loh ko ditempelkan disitu?" Tanya dokter pada perawat

"Iya dok tadi pagi juga saya terapi disini."

"Ibu ini kan sedang hamil tidak boleh disitu bisa bahaya dan berpengaruh pada janinnya apalagi dialiri listrik seperti itu."

WHAT ??????????? seketika saya langsung panik dan keringat dingin

"Di telapak kaki saja toh syarafnya sama saja kan. Gimana sih?"

Sesampainya di hotel kami langsung gelisah dan khawatir takut terjadi sesuatu pada bayi kami walalupun dokter bilang mungkin bayinya hanya stres sebentar kaget dialiri listrik. Apalagi gerakan-gerakan lincah itu sempat saya tidak merasakannya lagi hanya sesekali seperti ada tendangan kecil di daerah bawah perut itu pun pelan tidak seperti biasanya.

Besok paginya sebelum terapi kami berencana konsultasi ke DSOG sekalian USG 4D untuk melihat keadaan bayi secara detail di dalam sana. Setelah mengantri selama 3 jam dan saat giliran kami masuk, tiba-tiba DSOGnya mendapat telepon bahwa akan ada yang melahirkan. Walhasil konsultasi pun singkat sekali dan hasil usg 4D sangat mengecewakan. Ughh dah keluar uang banyak tapi di dalam ruangan DSOGnya hanya sekitar 3 menit

Masih belum tenang dengan gerakan bayi yang lemah akhirnya besok harinya sebelum pulang ke Berau kami sempatkan untuk konsultasi ke DSOG yang berbeda berdasarkan rekomendasi perawat DSOG yang kemarin. DSOG ini bernama Rully *nama lengkapnya lupa*
Betapa kagetnya kami saat bertemu dr. Rully ternyata masih muda umurnya 32 tahun dan belum menikah. Orangnya talkatif dan sangat ramah, di dalam ruangan dokter pun kami mengobrol dan becanda seperti teman. Saya diperiksa selama 1 jam, seumur hidup saya baru pertama kali konsultasi dengan dokter khususnya DSOG selama itu.
"Dok, ini gak kelamaan ya ?"
"Tenang saja bu, saya gak puas kalau belum dapat wajah bayinya. Lagian Ibu dan Bapak kan sudah bayar mahal-mahal kalau sebentar rugi." sambil tertawa

Semua dijelaskan secara detail, pertanyaan saya seputar kehamilan dan kesehatan dijawab dengan lengkap. "Seandainya di Berau ada DSOG seperti dr. Rully ini" ucap papanya Haura.

Dr.. Rully pun menyayangkan tindakan perawat yang sembrono karena mengalirkan listrik di pinggang saya karena kalau bayinya tidak kuat akan menyebabkan kematian mendadak *Astaghfirullah* untung saja bayinya kuat. Alhamdulillah kondisi bayi sehat dan diharapkan  saya  mengurangi aktivitas atau kalau perlu bed rest untuk sementara waktu. Dan satu hal yang membuat saya sedih bahwa saya tidak boleh menyetir mobil lagi dan berarti Haura berhenti sekolah dulu sampai waktu yan tidak ditentukan.

Saat ini kami sudah kembali ke Berau dan syukur alhamdulillah gerakan bayi sudah aktif dan lincah kembali. Untuk terapi akhirnya papanya Haura membelikan lampu sinar infra red untuk terapi di rumah daripada bolak-balik ke Rumah Sakit. Saya pun kembali mendisiplinkan diri untuk tidur di alas yang keras tidak tidur di springbed lagi . 

Haura sangt pengertian sekali kalau tahu saya akan mengangkat barang-barang "Sama aku aja ma, mama kan lagi sakit." Kadang membawakan minuman "Ini ma, mama haus kan. biar sehat mama sama adiknya."

Belum lagi sebelum tidur siang atau malam Haura menyelipkan doa untuk Mama dan adik.
Setelah membaca al-fatihah, doa orang tua dan doa mau tidur tiba-tiba aku mendengar Haura berdoa "Ya Allah, sembuhkan Mamaku yaa, sehatkan adik Hauko juga yaa. Biar Mama bisa main sama aku lagi bisa gendong aku lagi. Ya Allah ya ? sembuhin ya ...plisss"
Saya tersenyum dan kadang meneteskan airmata mendengar doa tulusnya...

Ya Allah terimakasih atas semua anugerah yang telah Kau berikan... terimakasih karena mengelilingiku dengan orang-orang yang penuh cinta dan kasih sayang ......
Attachment: adik1 new.jpg

Thursday, January 28, 2010

world in our backyard


ternyata selama ini pembuangan airnya sudah bocor dan mengendap sampai berwarna hitam dan bau comberan

Sebenernya mau cerita dari tahun kemarin tapi baru sempet sekarang nihh..maklum sibuk *hayaahh*

Tahun kemarin itu kami memutuskan untuk tidak mudik alias berlebaran di Berau dengan tujuan PENGIRITAN, kapok juga pulang pas lebaran dah harga tiketnya selangiiiittttt, berdesakan, liburan juga penuh mo kemana2, tempat2 tertentu kebanyakan tutup.. pokonya kita sudah pada keputusan tidak mudik. Akhirnya orang tua pun mengerti dengan keputusan kami walaupun aku tahu pasti ada rasa sedih di hati mereka tapi juga aku yakin mereka mengerti kondisi kami yang sedang ingin menabung untuk 'cita-cita' kami.

Tapiiii 14 hari sebelum Hari Raya Idul Fitri tiba di halaman belakang kami keluar air berwarna hitam, hari pertama masih belum masalah untuk kami. Tapi di hari ke-2 tiba2 air itu mengeluarkan bau yang tidak sedap, hari ke-3 kuantitas air yang mengalir semakin banyak. Setelah minta tolong 'ahli bangunan' *maksudnya tukangbangunan tapi biar agak keren dikit* , dan halaman belakang kami di bongkar ternyataaaaaaaaaaaa saluran pembuangan air rumah belakang bocor, pantas saja baunya menyengat air dapur, air mesin cuci, air hujan, kamar mandi ngalir ke rumahku. Pondasi bangunan belakang itu 35 cm lebih tinggi daripada bangunanku ughh.. bikin perumahan ko gak niat ..
Niatnya pengen nabung ehhhh di bulan puasa harus renovasi rumah ... tapi kami bersyukur loh kalau seandainya air itu tidak bocor ke rumah kami mungkin saat ini kami tidak bisa menikmati taman belakang kami ini khususnya Haura yang sangat menikmatinya ^_^

Sooo.. di setiap kejadian ada hikmahnya kann :)


Tuesday, January 19, 2010

[Coretan] Sorry sir, you're wrong !!!

Tepat 2,5 tahun yang lalu tanggal 20-07-2007 saya mengundurkan diri dari perusahaan tempat saya bekerja. Ada yang mendukung ada juga yang mencemooh tapi menurut saya apa yang salah dengan keputusan itu? saya hanya ingin menjalankan fitrah sebagai wanita. 

Pemikiran saya sederhana saja kok, saya hanya tidak ingin menjadi ibu yang berangkat sebelum matahari terbenam dan sampai rumah setelah matahari tenggelam sehingga dalam satu minggu hanya memiliki waktu dua hari untuk bersama anak dan hanya akan bertemu tiga bulan sekali dengan suami (mengingat pekerjaan suami di luar pulau).
Pemikiran sedikit rumitnya dari faktor ekonomi pun akan ada komponen-komponen biaya hidup yang akan meningkat 
1. Perawatan rumah, yang minimal harus menggaji seorang asisten rumah tangga 
2. Perawatan anak, kalau ini tidak perlu disebutkan lagi semua orang sudah tahu berapa biaya untuk memperkerjakan seorang babysitter belum lagi resiko pada anak krn saya tidak tahu apa yang babysitter lakukan saat saya tidak ada.
3. Hiburan dan mainan anak, dengan ditinggalnya anak dan pengasuh maka saya akan lebih berpikir untuk banyak memberikan hiburan dan mainan anak agar tidak bosan.
4. Makan di luar, dengan sedikitnya waktu untuk memasak maka saya dan suami akan lebih sering makan di luar terutama pada saat jam makan siang. Biaya akan sangat berbeda signifikan jika saya membeli bahan makanan dan memasaknya sendiri di rumah.
5. Transportasi PP ke tempat kerja, kalau tadinya hanya suami yang mengeluarkan biaya transportasi sekarang saya pun harus mengeluarkannya (bensin, karcis tol, parkir dll)
6. Biaya pulsa telepon atau tagihan telepon rumah akan meningkat mengingat akan terpisahkan jarak dengan suami yang berada di luar pulau. 
7. Hal-hal lain yang berkaitan dengan pekerjaan (pakaian kerja, accesoris kerja, sepatu, tas dll)

Setelah dihitung-hitung sisa uang kami berdua (penghasilan saya + suami) lebih kecil daripada bila hanya satu orang yang bekerja maka dilihat dari sisi ekonomi akan lebih baik bila hanya satu orang saja yang bekerja. 
Tapi kadang-kadang kuputusan untuk memiliki dua income tidak selalu didasarkan pada ekonomi, ada beberapa alasan mungkin untuk mengisi waktu, untuk kesenangan, aktualisasi, bersosialisasi atau hal-hal lain di luar faktor ekonomi. Alasan tersebut tidak salah tapi saya pribadi hanya berpikir apakah hal tersebut sebanding dengan hal-hal non material yang saya korbankan, seperti waktu yang hilang bersama anak, kemudian dalam merawat anak, kebersamaan dengan suami.

Selama satu minggu saya diberikan waktu kembali untuk memikirkan kembali keputusan yang telah saya buat itu. Sempat saya ragu setelah mendengar beberapa tawaran menggiurkan tentang penempatan yang saya inginkan, tapi saya tetap pada pendirian bahwa saya mengundurkan diri dan memutuskan untuk menjadi ibu rumah tangga. Saya ingat beberapa hal yang disampaikan oleh 'seseorang yang tidak dapat disebutkan namanya' pada saat itu bahwa menjadi ibu rumah tangga hanya akan menghambat potensi, emosi seorang wanita yang ‘hanya’ ibu rumah tangga.. mengapa saya menggunakan tanda “” krn sejujurnya saya tidak setuju dengan sebutan ‘hanya’ yang seolah-olah menjadi ibu rumah tangga itu adalah pekerjaan yang sangat rendah. Ok kita kembali ke topik bahwa emosi seorang ibu rumah tangga cenderung labil krn kurangnya berinteraksi dengan orang, kemampuan berpikir pun akan jauh berkurang dibandingkan dengan wanita bekerja. Saya mantap dengan pendirian dan keputusan untuk mengundurkan diri dari pekerjaan dan tidak melanjutkan kuliah master yang saya rencanakan sebelumnya.

“Ingat kata-kata saya Julia, kalau dalam jangka dua tahun kamu tidak menyesal dengan keputusan yang telah kamu buat, kamu boleh memotong kuping saya.”

Pada awalnya saya menganggap pekerjaan rumah tangga hanyalah pekerjaan sederhana, tetapi setelah dijalani saya baru sadar ternyata pekerjaan rumah tangga itu sangat rumit. Seorang ibu tidak memiliki jam kerja tertentu artinya, tugasnya di mulai dari bangun tidur hingga tidur lagi.bahkan menjadi ibu rumah tangga, berarti banyak belajar, seperti belajar manajemen, baik manajemen rumah tangga, manajemen keuangan sampai manajemen qolbu. Belum lagi tempat tinggal kami yang bukan di kota besar dengan keterbatasan fasilitas yang ada membuat kami hidup dengan penuh tempaan. Minggu-minggu pertama memang begitu menyiksa, saya yang biasa dengan rutinitas perkantoran, bertemu dengan banyak orang tiba-tiba dihadapi dengan kondisi seharian hanya bertemu suami dan tukang sayur. Rutinitas saya berubah drastis, setelah bangun pagi yang biasanya saya hanya mandi menyiapkan sarapan dan bersiap untuk pergi ke kantor maka saat itu saya harus membereskan seluruh sudut rumah, menyiapkan sarapan, mencuci baju, menyetrika, memasak dan sekarang setelah hadirnya anak maka rutinitas bertambah dengan memandikan, memberi makan , mengurus anak dan terus berulang setiap hari tanpa henti. 

Saya ibu rumah tangga sekaligus pembantu, babysitter, tukang kebun, koki, akuntan, psikolog dan perawat. Tapi hanya butuh beberapa minggu saja saya beradaptasi dan terbiasa dengan semuanya. Ternyata dari semua kebosanan itu hanya satu obatnya ‘ikhlas’, saya kembali merenung apa tujuan dari hidup saya, ya saya hanya ingin menjadi seorang istri yang selalu bisa mendampingi suami, saya hanya ingin menjadi ibu yang merawat anak degan tangan saya sendiri bukan tangan pembantu bukan dengan tangan babysitter atau dengan tangan orang tua saya (nenek/kakek). Saya hanya ingin menjadi orang yang pertama tahu kapan anak saya bisa pertama kali tengkurap, merangkak, berjalan, kapan gigi anak saya tumbuh, saya hanya ingin menjadi orang yang pertama dicari oleh anak saya jika menangis bukan mencari pembantu, babysitter dan saya hanya ingin jika anak saya sudah besar nanti sayalah orang pertama yang dilihat saat ia pulang sekolah. 

Ya saya sanggup bersusah payah manjalani karier sebagai ibu rumah tangga walaupun kadang selalu diremehkan dan tidak mendapat pengakuan yang layak hanya karena saya sangat mencintai suami dan anak yang diamanahkan Allah kepada saya.

Alhamdulillah menjadi ibu rumah tangga ternyata tidak menghambat potensi saya seperti yang pernah dibilang dahulu, waktu saya menjadi lebih fleksible dalam mempelajari hal-hal yang saya minati. Masalah emosi labil atau stabilnya menurut saya kembali ke pribadi masing-masing kalau kadang ada rasa emosi menurut saya wajar sebagai seorang manusia. Jika dibilang kemampuan berpikir akan berkurang saya sangat tidak setuju, zaman sekarang sangat mudah mendapatkan informasi, ilmu, pengetahuan dan bahkan kesempatan belajar dalam segala bidang jauh lebih luas untuk saya saat ini.

Saya sama sekali tidak menyesal dengan keputusan besar yang saya buat 2.5 tahun lalu. 

Sorry sir, you’re wrong !!! 
I’m happy to be full time mommy…….. 

*kalau ada waktu saya akan datang menagih janji untuk memotong kuping 'seseorang yang tidak dapat disebutkan namanya' itu* ^_^hehehe

Saturday, August 29, 2009

Bye bye panci :)

Sebenernya ini kejadian dah lebih dari seminggu yang lalu (sebeleum bulan ramadhan) dan baru pertama kalinya aku mengalaminya seumur hidup... Dari kecil aku memang terbiasa melihat ibu memasak tapi jujur baru kali ini aku mengalaminya.

Siang itu Haura lagi bobo dan seperti biasa waktunya masak makanan untuk makan malam haura & hubby  Waktu itu aku masak nugget ikan tenggiri *fave food* hehe untuk hubby balado tenggiri untuk haura nugget tenggiri. Ceritanya sih lagi iseng coba cetakan baru yang berbentuk bulat untuk kue bolu. Semua bahan sudah siap dan waktunya mengukus :) sembari mengukus aku cuci piring .. la..la..la..la..la..la *ceritanya sambil nyanyi* hehe

Sekitar 10 menit aku mencuci piring tiba2 gak sengaja menengok ke arah kompor.. huwaaaaaaaaaaaa ko ada api netes2 di bawah panci kukusan, buru2 aku matiin kompornya dan tertakjub-takjub melihat panci kukusanku meleleh... Dalam hati aku mikir ko bisa mpe meleleh gitu yaaa, airnya banyak , apinya juga biasa...

 

nugget haura jadi tidak berbentuk :)

Dan ini nih penampakan panci yang meleleh itu

 

Waktu aku cerita ke ibu, ibu samapai terheran-heran  juga "Seumur-umur ya teh ibu di dapur baru denger ada panci meleleh" :)hehehe aku aja pengen ketawa sendiri waktu kejadian walaupun alhamdulillah gak kenapa2, serem klo masalah api :(

Atau jangan2 karena pancinya dah tipis yaa... ah ya sudahlah byebye panci kukusan ... makasi ya dah menemani kami dari awal pernikahan mpe sekarang *kaya yang dah lama aja ya padahal baru 2.5 tahun* hehehe

Wednesday, August 26, 2009

satu..satu aku sayang ....

Nambah satu lagi nih nyanyian haura pengenny asih direkam tapi sekarang agak susah klo ngerekam dia pengennya malah yang megangin HP nya :)

Keterangan : Mama yang nyanyi, Haura yang nyanyi

SATU SATU AKU SAYANG ........PAPPAAAAA

DUA DUA JUGA SAYANG .......... PAPPAAAAA

TIGA TIGA  SAYANG .......... PAPPAAAAA

SATU DUA TI   ..... GAAAAAA JUGA SAYANG..........PAPPAAAAAA

ihhhh ko papa semua si de, ya udah deh sana mimi sama papa aja *ngambek mode on* hehehe

 

Pagi yang menyesakkan...

Sudah masuk hari ke-6 di bulan Ramadhan dan alhamdulillah banyak pelajaran yang aku ambil untuk menguji kesabaranku

Malam Senin kemarin haura demam mpe 39.5 C, semalaman kami berdua begadang untuk menjaga haura . Pada saat panasnya tinggi aku buka seluruh pakaiannya lalu membasuhnya dengan air hangat seperi saran dokter agar suhu badannya turun dan paginya alhamdulillah sudah 38 C. Karena semalaman bagadang dan haura mogok makan aku putuskan untuk tidak berpuasa dulu krn dengan tidak mau makannya haura otomastis dia kan sering mimi dan kondisi badanku tidak memungkinkan untuk itu mengingat riwayat kadar gula darahku yang sering tiba2 ngedrop  huwaaaaaaaa habis sahur aku tidur lagi dan pagi itu aku kesiangan bangun krn hubby gak tega membangunkanku akhirnya pergi ke kantor tanpa disiapkan baju& tetekbengek lainnya *maafkan aku ya pap*

Jam dinding menunjukkan waktu 07.30 WITA akhirnya ku putuskan untuk menyeka badan haura dan menggantikan baju/tidak mandi. akhirnya krn aku bangun kesiangan jadi sibuk sendiri deh.. nyiapin makan haura *walopun akhirnya gak dimakan juga*, cuci baju, nyapu& ngepel lantai... sepp 08.30 semua beressssssss.. dan seperti biasa datanglah tukang sayur.

Masih dengan badan yang lelah aku keluar ke depan rumah untuk belanja di tukang sayur yang lewat itu, haura aku suruh duduk di teras rumah *asalkan lihat ku dia cuma duduk saja sambil pegang mainannya*

Mrs. X : "Loh hauranya ko ditinggal di teras?"

Aku : "Iya bu, biarin aja takut nularin ma anak2 yang lain, semalem baru demam." dan tiba2 dong si tukang sayur itu ngomong

Tkg sayur : "Knapa lagi Haura ? Kayanya sakit terus yang kejepit lah yang kena air panas lah" sambil tertawa dan diikuti tertawaan Mrs. X yang puas.

Mrs X : "iya nih, nanti2 apa lagi yaaa."

Astaghfirullah ...DEG *tiba2 dadaku sesak seperti tertimpa batu besar* dan aku hanya bisa terdiam, ntuk mengendalikan emosi aku kembali ke rumah dengan alasan ambil uang. Aku minum banyak2 air putih untuk menenngkan diri krn pada saat itu aku tidak puasa. Semenjak aku datang haura sudah lebih dari 3x jadi bulan2an tkg sayur & Mrs.X dan entah kenapa yang biasanya aku bisa cuek, nelan ludah bahkan pura2 gak denger saat itu ko rasanya aku dah cape diperlakukan seperti itu  atau aku yang sedang lelah krn begadang dan sensitif saja yaa??

Pada saat kembali untuk membayar tiba2 entah ada dorongan darimana tba2 aku bicara seperti ini

"Paklek(sebutan untuk tukang sayur), maaf saya gak suka paklek bicara kaya gitu tentang haura, sudah sering juga paklek dan Mrs.X menjadikan kejadian yang menimpa kami sebagai bahan becandaan atau bahan gosip saat waktu berbelanja dan jujur saya gak suka kadang saya sedih mendengarnya. Haura kejepit, haura kena air panas itu kecelakaan, saya bukan orang gila yang dengan sengaja mencelakai anak sendiri. Saya tau saya salah tapi apa harus jadi bahan ejekan semua kejadian yang menimpa saya , itu semua musibah. Saya mohon jangan jadikan kejadian yang menimpa haura, bekas luka haura sebagai bahan becandaan, tapi kalaupun masih mau dijadikan juga silahkan itu hak paklek tapi saya mohon sekali lagi jangan di depan saya."

Tiba2 tukang sayur itu hanya terdiam, mungkin tidak menyangka aku akan berbicara seperti itu krn selama ini aku hanya diam, sayang Mrs.X tidak ada sehingga dia tidak tahu apa yang aku katakan waktu itu kalau harus mengulang lagi kayanya gak bisa :)hehe AKu saja bingung entah kekuatan darimana aku bisa bicara seperti ituc.

Ada juga Salah satu kejadian yang membuat aku kesal saat pertma kalinya aku belanja sayur setibanya di Berau setelah pemulihan kondisi haura

Tkg sayur : "Mana tangan haura yang kena air panas"

Dalam hati aku berpikir nih tukang sayur tau darimana dan pasti dong Mrs.X krn pada saat haura kejadian tidak ada 1 orang pun yang mengetahuinya krn kami langsung terbang ke jkt. Salah satu sahabat terdekatku disana pun tidak aku beritahu tapi tiba2 sahabatku ini selang 4 hari menelpon ku "Jul, haura kena air panas ya ? ko gak cerita? " lah ku kaget ko bisa tau pas ku tanya kata sapa "Mrs.X!" lagi-lagi dia... ckckck,,,,,, "Iya jul, dia tadi ngomong depan ibu2 trus dia tanya ama aku, aku bilang gak tau dan emang gak tau kan lo gak cerita. Nah trus lo jadi bahan omongan deh disini makanya kaget banget pas pergi lo gak cerita apa2"

Mrs X : "Iya mana tangan haura yang kena air panas mana juga yang bekas kejepit kemaren"

Mrs. Z : "Emang haura kena air panas ? kapan ?"

Mrs. X "Masa gak tau sih bu, makanya dong sering keluar rumah jadi aj agak tahu info2" *sambil tertawa*

Aku hanya terdiam sambil ngomong "Tangan kanan yang kena air panas"

Tkg sayur : "Waktu itu yang kejepit tangan kiri yaa? cuma 2 jari kan atau mau dikumplitin 5-5nya ?" *sambil tertawa*

Aku : "Iya tangan kiri" *sambil pura2 memilih sayur padahal pikiranku dah ngeblank

Mrs. X : " Ya ampun, tangan kiri udah tangan kanan udah ,,, nnati2 kaki kiri dan kaki kanan nih kayanya atau mo apa lagi  bu biar sekalian??"

Astaghfirullah menurutku benar2 perkataan yang tidak panatas kalopun mau disebut sebagai 'bacanda' untuk seorang yang 'taat' seperti dia.

Mrs Z : "Sabar ya mama haura, semua itu musibah mana ada orang tua yang mau menyakiti anaknya.Semoga gak terulang lagi ya, cuku p yang kemarin2 saja, harusnya kita mendoakan supaya haura cepat sehat dan pulih ya bu"

Perkataan Mrs.Z cukup menyejukkan hatiku dan kejadian itu berulang bahwa mereka menjadikan aku bahan obrolan di hadapan mukaku sendiri.

Moms, semua yang mereka lakukan itu wajar yaaa ?? Karena akunya yang terlalu sensitif jadinya yang aku rasakan seperti ini ?? Yang aku rasakan ini terlalu berlebihan yaaa ?

Aku mencoba berpikir positif kalau semua ini hanya sebagian kecil dari ujian Allah untuk menguji kesabaranku, atau bisa juga menjadikannya pahala membuat 'mereka' tertawa senang dengan manjadikan musibah yang kami lalui sebagai becandaan.

Apa rasanya ibu-ibu lain yang mempunyai 'anak yang istimewa' yaaa... sepertinya aku harus banyak belajar dari mereka sehingga membuat aku bisa menjadi lebih kuat lagi... Salute 4 u moms :)

Ya Allah... Maafkanlah hambamu ini yang hanya bisa mengeluh ....Berikanlah kesabaran pada hambamu ini , aku hanyalah seseorang yang sedang berusaha untuk menjadi ibu, istri, anak dan umat yang baik di hadapanmu :)

Noted : untuk pembaca setia MPku *GR banget, emang ada ya ?* :)hehe Mrs.X itu =ibu 'yang tidak bisa disebutkan namanya' alias Miss JIplak kalo kata mama azri mah hihi, sebenernya 1 orang itu aja tuh yang bikin rusuh dunia persilatan eh maksudnya per'ibu2'an

Tuesday, August 18, 2009

acting nangis... 1...2..3... action !!!




Gini nih acting nangisnya haura klo gak dikasi memeh (mimi susu) :) kemaren iseng aku rekam eh malah tembah kenceng nagis&ngomel2nya... maafin mama ya sayang.. mamanya jail :)

Sebelum bobo siang :)




Walaupun dah masuk kamar dikunci pintunya tetep aja gak mau bobo.. krn cuma berdua ya maen ma mama berdua di kamar mpe cape biar bisa bobo siang :) dari mulai niruin mbah surip mpe suara gajah dah fasih.. :)hehe

Saturday, August 15, 2009

Haura belajar shalat




Ternyata anak umur 1 tahun 4 bulan itu bener2 gak bisa diremehkan yaaa.. Selama ini kalau aku shalat Haura cuma duduk disamping sambil memandangiku seksama.... tapi tiba2 kemarin aku kaget banget haura minta dipakekan mukena yang habis aku pakai shalat dan subhanallah walaupun gak sempurna Haura meniru gerakan shalat :) reflek aku meneteskan air mata,memang benar ternyata kalau kita ingin anak kita menjadi anak yang baik oran gtua lah yang harus mencontohkan begitu juga dengan shalat. Doakan mama ya nak, biar mama bisa jadi ibu yang lebih baik untuk mendidikmu :)

Saturday, August 8, 2009

Usillllllll banget

Gara2 baca tulisan bundanya azri  jadi terinspirasi deh buat ikutan curhat juga  Sebenernya dah lama aku ngerasain hal ini *cieeehhh dah mulai serius* beneran loh mpe puncaknya 2 bulan yang lalu.  Awalnya aku gak ngeh kalau si 'orang yang tidak bisa disebutkan namanya" ini USILLLLLLLL banget & menyebalkan  Pertama sih aku tahan dan mencoba buat ngerti bahwa sifat orang2 itu kan beda2 toh gak semua orang juga suka ma kita juga , ya gak? Tapi ko lama2 keterlaluan eh atau akunya yang terlalu berlebihan yaaa ???? Setiap aku punya barang pasti dikomentarin dan yang pasti gak kelewat pasti dia tau semuaaaaaaaaaaaaaaaa barang2 yang baru aku punya, krn mencoba untuk berfikir positif "oh mungkin dia perhatian ma aku" tapi ko kayanya mpe sedetil2nya yaaa.  *cape deh*

Misal :

Kami punya AC "eh ACnya harganya berapa? duh kalo saya sih gak mau membiasakan diri dengan AC pokonya ingin back2nature itukan gak baik buat kesehatan dan blablabla" (aku cuma diem aja dengerin omongannya) dan tau apa ?? 2 bulan kemudin dia beli AC

Haura dibeliin ayunan ma eyangnya (jarang aku pake juga sih cuma untuk menghormati dah dibeliin jadi dulu kadang2 suka dipake) "Haura ko pk ayunan gini? klo sumiku anti banget sam ayang kaya gini krn berbahaya dan gak bagus buat perkembangan otak anak" dan lagi2 1 bulan berselang anaknya tidur memkai ayunan sampai SEKARANG..

"Mama haura kemaren baru beli kasur yaa?? *duh tauuuuuuuuuuuuuuu aja nih orang ya* disimpen dimana, ih kasur itu gak bagus posisinya depan pintu nih kalau mau kaya posisi kasur saya atau kaya di rumah si Bu X atau Bu Y" ehhh ternyata setelah pulang dari rumahku dia langsung beres2 ngikutin posisi barang2 dikamarku (pembantunya yang cerita) "bu, cape nih di rumah lagi beres2 katanya ibu 'yang tidak bisa disebutkan namanya' pengen posisi kasur n lemarinya kaya mamahaura" *idiiiiiihhhhhhhh makan tuh omongan*

Terlepas dari semua alasan dia yang ada benernya tentang semua hal yang dia omongin, mengkritik barang atau kelauanku ya jangan nelen ludah sendiri dong.

Itu baru sedikit dari semuaaaaaaaaaaa kelakuan dia yang usil banget   Yang paling aku BT pernah cerita ke orang kalau ada salah satu omongan itu aku yang ngomong padahal waktu ngobrol ma aku dia sendiri yang ngomong gitu. Misal "iya tuh kata mama haura blablabla" padahal aku gak pernah denger kaya gitu malah aku denger sendiri dia yang ngomong.

Pernah juga loh aku hampir salah paham sama mamanya teman haura gara2 hal itu juga "mama haura, kata mama X .....blablabla" krn aku tau sifatnya dia yang seperti itu aku mencoba mengcounter balik ke mama X dan ternyata hasilnya mama X sama sekali gak pernah bicara seperti itu malah katanya si 'orang yang tidak bisa disebutkan namanya" ini. Sampai dia sumpah2an segala "SUmpah demi4JJ mamahaura saya gak pernah ngomong kaya gitu" dan alhamdulillah akhirnya kesalahpahaman diantara kami terselesaikan *dasar yaaaa.. usillllllllllllllllllllllll*

Semuaaaaaaaaaaa barang di rumahku pasti ditanya "Harganya berapa nih?" *sigh* dan Semua kejadian yang aku alami n dia tau jangan harap dalam hitungan hari nyebar kemana-mana, tapi dalam hitungan jam ! Hebat kann???

oya dan dia itu paling tau semua kejadian, gosip, info, berita. Lebih uptodate dari insert, lebih cepet dari lintas berita n lebih tajam dari silet hehe

Kenapa ya ada yang kaya begitu? gak ada kerjaan lain gitu yaaa aku aja dengan adanya haura dah cukup menyita waktuku. Atau dah bawaan orok kali yaaa atau malah bakat terpendam ? Harusnya disalurkan tuh supaya lebih bermanfaat misal menjadi jurnalis  daripada nambah2 dosa. Eh dengan cerita kaya gini aku juga nambah dosa yaa??? duh ini gak bisa dihitung cuhat ya ?? *wink wink wink* hihihi

Akhirnya atas saran suamiku untuk tidak terlalu banyak berinteraksi ma si  'orang yang tidak bisa disebutkan namanya" ini, biarin deh dikatain autis ma si  'orang yang tidak bisa disebutkan namanya" ini  "STOP USING AUTIS IN YOUR DAILY JOKES"..  toh masih banyak orang2 , mama2, tante2, om2, bapak2, yang lebih bisa berpengaruh positif dalam kehidupanku disini.

Dan bergaul ma ebo2 MP juga asiiikkkkkk ko 

 

 

Thursday, August 6, 2009

TAMPAK BODOH deh :)kikikikkk

Duh kangen juga nih nulis2 di MPnya haura tercintah gara2 sibuk jualan  , ternyata jualan online itu ribet juga yaaa  tadinya yang kepikiran tuh hmm pasti enak banget tinggal nongkrong depan lippie atau sms-an di HP tapi ternyataaaaaaaaa...... hehe

Tapi emang seru juga jadi ada tujuan yang jelas berlama2 di depan lippie :) hmm sebenernya bukan itu sih yang mau aq ceritain...

Dari dulu aku emang seneng banget ikut atau sekedar nge-vote lomba foto dan sering berkhayal pengen banget ngadain lomba foto tapiiii juga bingung 'dalam rangka apa' secara jualan juga kagak (krn yang aku perhatiin yang buat lomba foto pasti jualan) akhirnya setelah punya 'jualan' sendiri cita2ku itu kesampean juga ....yippieeeee *maaf lebay* hehe

Nah setelah memantapkan diri untuk buat lomba foto ternyata juga gak gampang loh mesti tebar2 info dimana2 kalau gak 'sapa yang mau iktan' ya gak ??? Akhirnya dengan bermodal ikut group MP sana-sini aku sebarin tuh informasi ttg lomba foto

Selama 3 hari ini lancar2 aja sih nah ntah aku dapet ide darimana tiba2 aku buatlah pengumuman di salah milis *A--* tapi setelah ditunggu slama 2 hari ko gak ada responnya nah baru tadi siang deh aku cek tuh milis (karena milisnya aktif banget kadang sehari bisa puluhan email, inboxku aja dah 12000). Aku jadi iseng deh baca2 email dan ada sekitar 3 orang yang di berikan peringatan oleh moderator krn telah beriklan di milis tersebut dalam hati aku langsung deg-degan jangan2 aku juga kena dan setelah 4 kali klik tiba2 jreng jreng ............  yups aku kena WARNING  damn !!! maluuuuu apalagi tuh email memampangkan nama lengkapku seJELASJELASnya ... hehehe langsung kebayang deh kalau anggota milis itu ada yang kenal namaku pasti mreka pada ketawa ngikik *jangan2 di MP ini juga ada yang tau juga* tapi ya sudahlah... toh aku jg yang salah krn gak baca peraturan tuh milis.

Pas sorenya hubby pulang aku cerita ehhh dia malah ketawa ngakak

"Makanya kalau apa2 tuh nanya dulu jangan maen nge-post aja, jadi perturannya tuh gini mom ...........*bla..bla..bla..* "

Karena selama ini yang  aktif ikut milis itu hubby dengan email di kantornya, nah gara2 hubby pusing dengan keAKTIFan tuh milis jadinya malah ganggu kerjaannya trus diputuskanlah 2 bulan terakhir ini emailku yang ikut milis itu...hihihi

DUh jadi tampak bodoh deh ....  tapi biarin ahhhh kalo gak gitu kan jadinya aku tetep gak tau *berusaha memPDkan diri * padahal sumpah deh mom... MALUUUUUUUUUUUUUUUUUU tapi pengen ketawa juga dengan kebodohanku  kikikikkkkk

 

 

Sunday, July 19, 2009

my day

Tanggal 18 Juli kemarin genap umurku 27 tahun *gak berasa dah tua juga yaaaa*, seperti tahun2 sebelumnya gak ada yang terlalu istimewa .

Pada saat tanggal 17 Juli malam aku & hubby memang bangun sampai malam gara2 nonton the master & take me out sampai tibalah jarum jam menunjukkan pukul 12 tepat. Hubby ngucapin happy b'day n cium aku  *jadi malu* hehe.

H :  "Mom, coba lihat haura dulu takut kebangun."

A : "Lah suaranya aja gak kedengeran."

H : "Ihh coba liat dulu." *sambil memaksa*

Aku yang sudah membaca gelagatnya langsung deh aku bilang "Udah deh pap keluarin aja cakenya"  

H : "Yaaa ketauan deh, pura2 gak tau aja kenapa sih. Dari tadi ditungguin gak tidur2 jadi aja gak surprise lagi"

Kami berdua cuma ketawa2 dan akhirnya sampailah pada acara tiup lilin *duh ko berasa resmi banget yaks*.

Di umurku yang 27 tahun ini aku tidak merasa umurku bertambah tapi aku sngat menyadari bahwa umurku berkurang 1 tahun. Aku ingin menjadi manusia yang lebih baik ke depannya, menjadi manusia yang disayang 4JJ SWT, menjadi seorang istri dan ibu yang baik, menjadi anak yang berbakti kepada orang tua, menjadi kakak yang baik untuk ke-2 adikku dan semoga 4JJ SWT memberikan kesehatan, rezeki, umur yang panjang, dan disisa umurku itu menjadi BERKAH.... amiennn