Showing posts with label berau. Show all posts
Showing posts with label berau. Show all posts

Tuesday, November 30, 2010

Tepian

Rating:★★★★★
Category:Restaurants
Cuisine: Other
Location:Tanjung Redeb - Berau - Kaltim
Sebenarnya tidak masuk dalam kategori restaurant secara tempatnya di empire alias emper ^_^ tapi berhubung tidak ada category dengan pilihan itu jadi saya masukkan dalam category Restaurant.

Mungkin jika teman-teman yang berada di kota besar hal seperti ini biasa tapi di Tanjung Redeb, tempat seperti ini sangat populer sebagai tempat nongkrong masyarakatnya dan biasa disebut Tepian. Mungkin karena letaknya di tepi sungai jadi orang-orang menyebutnya seperti itu. Nongkrong disini bukan berarti harus anak muda loh bahkan keluarga yang mempunyai anak kecil pun tidak ketinggalan untuk nongkrong disini walalupun hanya sekedar minum dan ngobrol. Tidak jarang tukang odong-odong pun ikut mangkal, selagi orangtuanya menyantap makanan anak-anaknya bermain odong-odong.

Dari segi tempat memang tidak ada yang terlalu istimewa tapi entah mengapa tempat ini selalu ramai dikunjungi orang pada malam hari apalagi malam Sabtu dan malam Minggu. Tepian baru akan buka pukul 17.00 WITA sampai 24.00 WITA bahkan tidak jarang sampai menjelang dini hari.
Makanan yang disajikan beragam dan berasal dari seluruh Indonesia, ada batagor, siomay, pempek, otak-otak, roti maros, crepes, sate padang, seafood, pisang gapit, coto makasar, aneka nasi goreng, aneka mie goreng, bakso, seafood dll. Masing-masing gerobak hadir dengan ciri khas dan dagangan yang berbeda tapi hampir seluruh gerobak ada menu roti maros sejenis roti bakar tapi bentuknya seperti hotdog (lonjong) berwarna hijau dan wangi pandan.

Pada saat malam tahun baru adalah puncak dari keramaian Tepian seolah-olah seluruh masyarakat tumpah disana bahkan kendaraan pun tidak bisa lewat sama sekali. Saat waktu menunjukkan tepat pukul 00:01 WITA suasana berubah menjadi meriah dimana-mana fireworks dinyalakan, belum lagi kapal-kapal yang sedang berlabuh membunyikan emergency flare yang saling bersautan.


Tepian bagi masyarakat kota besar sebuah hal yang biasa tidak ada istimewanya sama sekali tetapi tepian bisa merupakan salah satu tempat hiburan dan wisata kuliner masyarakatnya. Tepian mempunyai tempat yang khusus di hati masayarakat dan orang-orang yang pernah berkunjung ke Tanjung Redeb- Berau-Kaltim.

note : dalam rangka Lomba Menulis Review nya bunda 3f

http://bunda2f.multiply.com/journal/item/343?mark_read=bunda2f:journal:343&replies_read=88

Thursday, November 25, 2010

My first underwater photo


nemo yang mau tapi malu untuk difoto... ngumpet..

Setelah diving untuk kesekian kalinya... memberanikan diri pinjam kamera salah seorang buddy.... dan ini hasilnya.... lumayaaann lah ya *menghibur diri*...


Place : Derawan Island
Camera : Canon PS G7

Sunday, October 11, 2009

DERAWAN ISLAND part 2


walaupun baru sampai langsung deh jepratjepret :)

Lebaran tahun ini kami gak pulang kampung eh maksudnya pulang kota :)hehe Kenapa ??? alasannya banyak dan salah satu yang terkuat 'untuk menabung' :) tiket lebaran tuh MUAHALnya minta ampun *jujur dot com* lagian papanya haura gak dapet cuti :) jadinya krn liburan lebaran juga lumayan panjang kami pergi lagi ke Pulau Derawan tapi kali ini nginep gak bolak-balik trus perginya langsung dari Tanjung Redeb pakai speedboat 2.5 jam :) Selama perjalanan haura tertidur pulas dan aku di 15 menit terakhir tersiksa menahan mual dan pusing :(hiks Tapiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii liburan ke pulau derawan kali ini bener2 gak nyesel !!! Dan liburan kali ini juga pertama kalinya aku diving ... *aseeeek* seru banget ...

Yuks sapa yang mo ikut ke derawan :)

Saturday, May 30, 2009

6jam hidup 24jam mati...

Dah 2minggu nih tepat hubby ke Berau, rencananya tgl 4 ini aku pulang ke Berau diantar mamapapamertua tapi tnyata di Berau sdg ada pemadaman bergilir 6jam hidup 6jam mati dan akhirnya kepulanganku diundur tgl 16juni. Tapi 4 hari ini aku dengar kabar stelah PLTU nya dalam perbaikan PLN nya jg ikut mengalami kerusakan dan pemadaman jd 6jam hidup 24jam mati *buset dah* ... sms tetangga+teman di berau bdatangan dgn isi mengeluh dan ada jg yg jd pgn cpt kabur dr berau :-)hehe Kata mereka tersiksanya bukan main, pd iri ma aku yg masi di bandung dan akhirnya merasakan bahwa listrik tuh bener2 kbutuhan primer apalg di berau super puanasss... baby+balita yg paling tersiksa apalg yg terbiasa pk AC, kan serba salah tuh kalo listrik mati pintu kmr dtutup pengap, dibuka nyamuk masuk... genset yg harganya 2jtan jd 4jt ke atas *ko tega ya mngambil keuntungan dr penderitaan org* belum lg BBM yg sempat mencapai 20rb/l ck..ck..ck..
Alhamdulillah aku+haura masih di bandung tp aku jg kasian nih ma hubby 'garing nih ma, hr minggu listrik mati gak ada mama+haura' tp ya pas aku bilang aku mo plg aja nemenin hubby jg gak diijinkan katanya lebih tersiksa lg kalo lihat aku+haura mderita *so swiiiiiit.... muach...muach...muach...(keluar deh lebaynya)*
Mnurut inpo2 jg nih, pmadaman mpe akhir juni OMG lama bener... Eh tp bener ya seenak2nya di rmh ortu/mertua tetep lebih enak di rmh sendiri walopun jauh+seiprit :-)hehe
pap, we miss u so much....
muahhhhhhh...muahhhhhh...muahhhhh...

Sunday, March 22, 2009

Jari-jari Haura kejepit pintu (T_T)hikshiks

Hi semuanyaaaaaaaa… dah lama banget gak nge-post di MP… semenjak jari haura kejepit aku benar2 ekstra merawat dan mengawasinya… Tadi pagi saja Haura baru kepentok meja hidungnya di sekolah walhasil bengkak deh tapi alhamdulillah sekarang dah baikan, tadi siang bener2 gak mau lepas pengennya nenen…

AKu mo cerita nih kejadian waktu Haura kejepit, tragedy 06 Februari…

Pagi itu aku & eyangnya haura sudah mempunyai rencana untuk pergi mencari perlengkapan acara ultahnya haura.

Pukul 08.30 WITA Haura siap2 mau mandi, setelah aku ambil baju ganti buat Haura kebetulan Haura jalan di depan aku…

“Ayo mandi de, tutup pintu kamar dulu yaaa biar nyamuk gak masuk” tapi ko tiba2 pintu tidak bisa ditutup seperti ada yang ganjel… Masya Allah tangan Haura kejepit nah pada saat ini aku masih santai krn Haura tidak teriak atau nangis tapi pas aku liat keluar darah banyak dari jari2nya dan aku lihat sebagian kukunya lepas aku reflex teriak manggil eyang putrinya haura… dan pada saat itu Haura baru nangis… Haura digendong yangti dengan darah bercucuran, aku panic langsung aku bawa haura ke dokter yang paling deket ternyata dokternya angkat tangan… aku berusaha buat konsentrasi menyetir mobil krn perasaanku juga bener2 kacau apalagi ngedenger haura yang menjerit kesakitan dan darah yang terus bercucuran…

09.00 WITA sampai di UGD haura diperiksa dokter lalu dokter bilang kuku yang masih nempel harus dicabut dan harus dirontgen

Dr jaga: “Bu, ini kukunya harus dicabut ya biar nanti kuku yang baru tumbuhnya bagus.”

Aku     : ”Ya dok, yang penting anak saya sehat”

Dr jaga: “Oya bu, mau dirontgen gak? Tapi dampak negatifnya nanti anak ibu kena radiasi dan sel-sel tubuhnya bisa berubah”

Ya ampun karena kalut dan dengernya serem banget jadi kami putuskan untuk tidak melakukan rontgen pada jari2 haura…

Setelah menunggu 1.5 jam aku benar2 tidak tega melihat kondisi Haura

Aku     : “Dok, ini nunggu apalagi sih? Darah anak saya gak brenti keluar.”

Dr.jaga: “Kan, obat biusnya lagi ditebus bapaknya (red:my hubby)”

Ya ampuuunnn bukannya biasanya ada stock di UGD, tapi kata mamaku memang seperti itu pelayanan Rmh sakit Umum.

Akhirnya mimpi buruk dimulai, perawat menyuntik jari2 haura dengan jarum yang ‘lumayan besar’, sampai haura teriak&nangis kesakitan belum lagi krn gak nemu pembuluhnya suntikan tersebut ditusukkan ke jemari haura berulang2 dan darah masih terus keluar, pada saat itu aku yang lagi megangin kaki haura karena meronta-ronta langsung tanpa sadar pingsan pada saat perawat mencabut kuku haura. Setelah jari haura diperban dan pulang ke rumah yang membuat aku merasa aneh tidak ada raut kesakitan di wajah mungilnya, saat teman2nya datang untuk menengok haura dengan santainya bermain-main tapi ya tetap harus aku pegang tangannya karena takut pendarahan. Allah SWT benar2 melindungi malaikat kecilku..

Mimpi buruk masih berlanjut, 14.00 WITA perban haura penuh dengan darah, ya haura pendarahan karena lukanya makin dalam setelah pencabutan kukunya… Badanku lemas akhirnya diputuskan untuk dirontgen sebelum dijahit lukanya krn takut ada retakan di jari2nya. Lagi-lagi aku harus mengusap dada, selama 2 jam di UGD kami baru dilayani pukul 16.00 WITA dengan alasan pergantian shift dan petugasnya belum datang. Pada saat dirontgen susah sekali membuat jari haura diam setelah bersusah payah dan selesai, petugasnya menghampiri kita “Maaf bu, hasilnya gelap tolong diulang” GUBRAKKK … Ya ampun cobaan apa lagi ini, setelah hasil rontgen yang diulang keluar syukur alhamdulillah tidak ada yang patah atau retak jadi diputuskan agar jari haura dijahit untuk menghentikan pendarahan. Hatiku benar-benar sakit melihat semua itu, pada saat aku menanyakan apakah jarinya akan baik2, tidak cacat ke Dokter Spesialis Bedah, jawabannya cukup membuat aku shock. “Cacat? Ya iyalah bu, jarinya samapai gepeng ini”. Spontan aku menangis sejadi-jadinya dan mengutuk diriku sendiri yang menyebabkan Haura seperti ini. Setelah Haura dijahit sebanyak 4 jahitan dan pulang kembali ke rumah.

Pada pukul 18.00 WITA perbannya terbuka dan ternyata jahitannya lepas, kami kembali lagi ke UGD dan jari-jari Haura dijahit ulang. Selama 3x penanganan itu sebanyak 3x pula jari Haura dibius.

Setelah pulang dari UGD yang ke-3 kali nya itu Haura tertidur pulas karena kecapaian menangis *Haura anak yang jarang sekali nangis kecuali dia merasakan sakit yang sangat sakit atau kehausan*

 

Pada saat control pertama ke dokternya pun kami sama sekali tidak diperlakukan dengan baik. Kaki dokter itu naik ke atas kursinya. Haura ditangani oleh perawat, dokter itu pun sama sekali tidak menghampiri Haura, hanya teriak2 dari tempat duduknya. Malamnya kami putuskan untuk membawa Haura ke Balikpapan agar mendapatkan penanganan yang lebih baik.

Beginilah salah satu kendala bertempat tinggal di kota kecil semua serba terbatas dan seadanya. Dan ternyata Dokter yang mengku spesialis bedah itu belum lulus padahal dia sudah memakai plang Spesialis Bedah.. ck..ck..ck.. sampai kapan ya dokter-dokter yang ditempatkan di kota kecil bisa profesional layaknya di kota besar ...

 

Tuesday, December 9, 2008

ngantri daging? cape de :-)

liat brita2 ttg insiden antrian daging kurban mpe ada yg pingsan & terinjak2 bikin hati miris... tp slama aq idul adha emg wajar klo liat antrian utk dpt daging tp di berau ini bisa dkatakan hampir gak ada tuh org2 ngantri apalg mpe bdesak2an smpt ngob ma panitianya emg dsini gtu, tp bukan b'arti org sini tajir2 ya, bnyk yg ga mampu jg tp mreka gak mau ngantri pgnnya dianter *gak tau gengsi atw apa* jdnya panitia msti krja xtra buat muter2 ;-)

Friday, November 7, 2008

BERAU masuk tv

gak sngaja abis ntn ceriwis:-)hehe
tnyata ada acr yg nyeritain ank2 dayak, dlm hati aq ngom jgn2 di berau... dan tnyata bener loh. 'kami tinggal di tanjungredeb berau kaltim' spontan aja aq telf ibu di bdg, mama mertua di jkt 'tonton transtv deh ada berau'. Aq heboh sdiri pas jln menuju komplek diliatin, kntr my hubby, tepian, polres, site tambang di lati dll
'haura, haura klo qta ke dokter lwt situ' *haura cm celingukan* :-)hehe
norak yaaa