Thursday, October 21, 2010

[Coretan] Gara-gara "anak sapi"

Semua berawal dengan postingan curhatan atau lebih tepatnya sharingan *halah jadi dibaca saringan*  saya. Sumpah Demi Allah tulisan itu dibuat bukan untuk menyindir atau menyakiti siapapun saya hanya mencoba berbagi kisah tentang memang 'betapa susahnya' memberikan ASI pada anak sehingga orang-orang yang membaca tidak melakukan kesalahan yang pernah saya buat saat itu.

Dalam tulisan itu memang saya menyebut istilah anak sapi dengan potongan kalimat sebagai berikut ---untung saja haura saat itu menolak minum sufor kalau tidak lanjut jadi anak sapi deh ^_^hehehe ---
Saya tidak menyangka reaksi yang timbul sangat berdampak negatif padahal saya sudah meminta maaf dan menjelaskan asal muasal kata 'anak sapi' tersebut dan saya pun mengedit tulisan tersebut untuk menghindari polemik yang berkepanjangan dan tidak mau ada lagi yang tersakiti karena tujuan awal saya pun hanya sekedar sharing.

Darimana asal muasal saya dengar kata 'anak sapi' ??? Saya dengar dari salah satu teman saya yang memang memberikan sufor pada anaknya, karena sudah umur 3 tahun si anak masih suka ngedot kadang teman saya tersebut sering menggoda anaknya dengan sebetun "ihhhh anak sapi , masa dah gede masi ngedotttt"
Saya tidak berpikir panjang dan saya ambil istilah tersebut tapi ternyata dampaknya jadi panjang begini

Penasaran... akhirnya saya coba googling dan ternyata istilah anak sapi ini benar2 menjadi polemik di kalangan ibu-ibu yang memberikan sufor. Saya sempat kaget apalgi setelah baca beberapa blog yang saya baca, ternyata istilah tersebut membuat rasa tidak nyaman, sakit hati atau malah berujung ada yang malah menghujat kampanye ASI baik dalam bentuk milis, blog atau apapun. Wahhhh akhirnya saya mengerti mengapa ada yang sesewot itu gara-gara saya menyebut istilah anak sapi.

Ternyata setelah mencari info-info lebih jauh pro-kontra istilah 'anak sapi' tersebut saya mencoba melihat dari 2 (dua)sisi. Saya yakin para ibu atau orang-orang yang berkampanye ASI tidak ada maksud untuk menyakiti sesama ibu lainnya, maksudnya baik untuk mendukung pemberian ASI. Hanya mungkin istilah tersebut digunakan untuk menyindir *menurut pandangan saya ya .. maaf kalau salah" yang memang tidak mau memberrikan ASI. Tapi jadinya terkesan keras bagi para ibu-ibu yang memberikan sufor apalagi pada ibu yang memang karena keterbatasan dan kendala secara medis atau mental.
Siapa yang gak sewot wong dilahirkan susah-susah eh dicap anak sapi pasti sedih lah tapi ada juga loh teman saya yang memang cuek dengan santainya dia bilang "lah emang kenyataannya ko dia minum susu sapi kalo ada yang bilang anak sapi biarn aja deh," *sambil cengar-cengir...
Atau para ibu yang sudah bersusah payah memberikan ASI padahal sudah bolak-balik ke klinik laktasi atau melakukan berbagai cara tapi tidak berhasil dan harus menyerah memberikan sufor.Makanya saat anaknya diberikan label seperti itu perasaannya sangat sedih. Dengan tidak bisa memberikan ASI saja sudah cukup sedih apalagi mendengar istilah tersebut.

Saya malah jadi sedih setelah membaca beberapa statement ibu yang malah balik menghujat milis atau perkumpulan pro ASI yang dianggap sok idealisme dan penjahat karena dirasa telah  memojokkan para ibu lainnya. Atau statement-statement lainnya yang malah jadi menyimpang .

Sekali lagi saya yakin ko para ibu yang ada dalam milis ASI/kesehatan yang berkampanye ASI tidak ada maksud menyakiti para ibu lainnya. Mereka hanya mengingatkan  ibu2 agar tetap memberi ASI karena semakin gencarnya perusahaan susfor berpromosi. Pada saat itu memang banyak ibu2 yang yang memberikan sufor ke anaknya bukan karena ASInya tidak keluar atau tidak cukup, tapi karena tidak tau kalo ASI itu yang terbaik buat bayinya. Dulu juga belum banyak informasi bagaimana meningkatkan produksi ASI, bagaimana memberikan ASI pada kondisi ibu yang bekerja dan lainnya. Sekarang akses informasi begitu mudah dan para ibu juga tau kalo ASI adalah yang terbaik untuk bayi, tentunya ibu-ibu mengusahakan semampunya untuk memberi ASI, karena sudah insting ibu untuk memberikan yang terbaik untuk anaknya :) Kalo kondisinya emang mengharuskan bayi minum sufor, ya mau bilang apa lagi...

Jadi stop saling 'menyalahkan' .. semua ibu pasti ingin yang terbaik untuk anaknya....

Menurut saya kampanye ASI itu perlu bahkan saya salut para ibu tersebut melakukannya dengan sukarela berbeda dengan promosi sufor yang menelan banyak biaya. Tapiiiiii mungkin caranya diper'halus' sehingga tidak ada yang tersakiti lagi karena saya berpikir takutnya dengan semakin banyak yang merasa tersakiti dan berkumpul malah dijadikan 'pembenaran' tersendiri untuk sufor *u know what i mean'...

Nah bagi para ibu yang terpaksa memberikan sufor mari kita berjuang untuk anak-anak kita selanjutnya untuk dapat memberikan ASI full sampai 24 - 30 bulan seperti sunah Rasulullah SAW. Saya yakin dari  pengalaman dan kegagalanlah kita belajar, segala sesuatu itu saya yakin ada hikmahnya...







Sunday, October 10, 2010

*a day without rice* COMRO


Description:
Seperti yang kita tahu singkong salah satu sumber karbohidrat alternatif pengganti beras tetapi karena miskin kandungan protein sedapat mungkin dalam olahannya saya campurkan bahan yang mengandung protein.
Salah satu makanan khas Jawa Barat yang berbahan baku singkong adalah COMRO (onCOM di jeRO) *red : oncom didalam*, rasanya yang kress dengan isi oncom sedikit pedas membuat rasanya maknyossss ^_^ paling enak dimakan saat hangat-hangat... Soal rasa makanan 'kampung' ini gak kalah deh sama makanan internasional ^_^

Yuks kita lestarikan makanan tradisional Indonesia....

note : oncom bisa diganti dengan tempe tapi mungkin berubah nama menjadi TEMRO ^_^

Ingredients:
1 kg singkong parut
1/2 kepala kelapa parut
100 gram oncom dihancurkan

Bumbu :
5 siung bawang putih
3 buah cabai keriting
2 batang daun bawang diiris
2 cm kencur
1.5 sdt garam
1 sdt gula merah
daun kemangi

Directions:
Singkong yang sudah diparut diperas dengan kain sehingga tinggal ampasnya lalu sampurkan dengan kelapa parut tambahkan garam.

Untuk membuat isi tumis bawang putih+cabai keriting+kencur (dihaluskan), daun bawang, oncom(dihaluskan tapi jangan terlalu halus), kemangi. garam dan gula

adonan singkong diisi dengan adonan isi lalu digoreng ^_^

(nb: utk foto prosesnya menyusul yaaa, sedang di edit^_^)