Ini semua file blogging saat di multiply. Sekarang semua sudah tidak ada, maafkan kalau tulisannya masih agak ala emak alay :) hehehe Ini hanya sebagai filing dan kenang-kenangan mengenang zaman keemasa MP ^_^
Tuesday, July 21, 2009
http://momurashop.multiply.com
Proudly present my online shop MOMURA (^_^) ... ayo mampir.........
Sunday, July 19, 2009
my day
Tanggal 18 Juli kemarin genap umurku 27 tahun *gak berasa dah tua juga yaaaa*, seperti tahun2 sebelumnya gak ada yang terlalu istimewa .
Pada saat tanggal 17 Juli malam aku & hubby memang bangun sampai malam gara2 nonton the master & take me out sampai tibalah jarum jam menunjukkan pukul 12 tepat. Hubby ngucapin happy b'day n cium aku *jadi malu* hehe.
H : "Mom, coba lihat haura dulu takut kebangun."
A : "Lah suaranya aja gak kedengeran."
H : "Ihh coba liat dulu." *sambil memaksa*
Aku yang sudah membaca gelagatnya langsung deh aku bilang "Udah deh pap keluarin aja cakenya"
H : "Yaaa ketauan deh, pura2 gak tau aja kenapa sih. Dari tadi ditungguin gak tidur2 jadi aja gak surprise lagi"
Kami berdua cuma ketawa2 dan akhirnya sampailah pada acara tiup lilin *duh ko berasa resmi banget yaks*.
Di umurku yang 27 tahun ini aku tidak merasa umurku bertambah tapi aku sngat menyadari bahwa umurku berkurang 1 tahun. Aku ingin menjadi manusia yang lebih baik ke depannya, menjadi manusia yang disayang 4JJ SWT, menjadi seorang istri dan ibu yang baik, menjadi anak yang berbakti kepada orang tua, menjadi kakak yang baik untuk ke-2 adikku dan semoga 4JJ SWT memberikan kesehatan, rezeki, umur yang panjang, dan disisa umurku itu menjadi BERKAH.... amiennn
Wednesday, July 15, 2009
Luka Bakar Haura
Akhirnya aku sudah bisa cerita nih tentang penyebab kenapa haura masuk rumah sakit kemarin. Malu.... ya kenapa aku baru mau cerita sekarang ? ya aku malu bahwa pada saat itu aku merasa gagal menjadi seorang ibu, gagal melindungi haura, gagal mengawasi haura, gagal menjaga haura. Kenapa begitu? karena baru saja selang 2 bulan sebelumnya jari2 haura kejepit pintu
Begini ceritanya......
Malem itu 23 April 2009 pukul 22.00 WITA suhu badan haura sudah turun tapi pileknya masih sehingga haura tidak bisa tidur. AKhirnya karena haura rewel terus aku ajak keluar kamar, di luar kamar papa bawa air panas dan dengan gerakan yang sangat cepat tangan haura masuk ke dalam air panas itu memang tidak lama hanya hitungan detik saja tapi haura menangis kerass sekali. Tangnnya pun berubah warna menjadi merah. Saat itu yang aku pikirkan hanya menyiram dengan air dingin *bbrp waktu sebelumnya aku baru mengikuti P3K di rumah*, maksudnya untuk mengembalikan suhu tangan yang terkena air panas tersebut. Dan kami pun langsung pergi ke UGD RS. Disana tangan haura dibersihkan cairan infus (NaCl) dan dioleskan salep bernazin, sepintas aku lihat hanya ada beberapa bagian saja yang melepuh tapi itu pun cukup membuat aku lemas melihat tangan haura.
Tapi pada saat shubuh kulit jari2 haura ikut melepuh juga
Hatiku benar-benar hancur melihatnya, semenjak malam aku hanya tidur 1 jam bergantian dengan hubby untuk menjaga haura. Saat semalam pun baru pertama kalinya aku melihat hubby menangis tersedu-sedu disamping haura.
AKhirnya pagi harinya kami memutuskan untuk pergi ke dr. Y dia adalah dokter yang memeriksa haura saat haura sakit panas, batuk, pilek dan mencret sebelumnya. Kami ingin mngecek keadaan haura karena semalam hanya ditangani dokter jaga dan diberikan obat antibiotik yang kami takutkan obat2an tersebut tidak boleh digunakan berbarengan. AKhirnya setelah diberitahu teman kantor hubby bahwa pernah berobat ke rumah dr.Y maka kami mendatangi rumahnya.
Tapi apa yang terjadi ? dr. Y tidak mau keluar dari rumahnya malah suami nya yang menemui kami.
suami dr. Y : "Maaf .. dr. Y hanya dibayar per jam oleh PT. BC" *mungkin karena melihat hubby memakai seragam kantor maknya langsung berkata seperti itu*
hubby : " Saya mohon pak, tolong lihat kondisi anak saya. Tangnnya melepuh."
suami dr.Y : "sekali lagi saya bilang dr.Y hanya dibayar per jam oleh PT.BC. Kenapa gak ke klinik atau rumah sakit aja sih?"
hubby : "Sebelumnya kami berobat ke dr.Y dan tadi malam kami sudah ke rumah sakit dan diberi obat ontibiotik. Kami hanya ingin menanyakan apakah aman diberikan jika berbarengan dengan obat yang dr. Y berikan. Kalau masalah pembayaran saya akan bayar cash tidak pakai surat rujukan kantor, bapak minta berapa saya akan berikan asalkan saya mohon anak saya diperiksa oleh dr, Y"
suami dr Y : "Ya diminumkan saja obatnya pak".
Benasr2 tidak ada perasaan sama sekali, apakah memang tidak terketuk hati nurani dr. Y dan suaminya itu!! BUkannya profesi dokter itu membantu masyarakat apa hanya karena uang semua bisa berubah begitu saja?? dimana kode etik seorang dokter ???? Hubby sempat berfikir bahwa suami drY ini dokter juga makanya dia bisa memberikan saran seperti itu tapi ternyata hari ini kami beru tahu kalau dia bukan dokter.. ughhh!!!
AKhirnya kami kembali ke rumah dengan tangan hampa, ajaibnya haura tidak rewel sama sekali. Hubby pun pergi ke kantor seperti biasa. Belum selesai kepanikan kami tiba2 dr Y melaporkan hubby ke bag HRD kalau hubby marah2 di rumahnya. Astghfirullah padahal sama sekali tidak yang ada aku sampai memohon-mohon dan menangis di hadapan suami dr. Y.
Akhirnya setelah mencari infokesana kemari siang hari kami menemukan dokter anak yang mau menangani haura, Haura diberikan obat antibiotik yang lain lagi dan tetap memakai salep yang sudah diberikan UGD.
Besok harinya, shubuh sekali kami pergi ke UGD RS untuk memerban tangan haura krn kami akan pergi ke jakarta seperti rencana semula. Sesampainya di jkt kami langsung menuju RS Hermina dan sesampainya disana dokter anak sudah tidak mau menangani tangan haura langsung kami dirujuk ke dokter bedah plastik krn tangan haura sudah kontraktur. Setelah bertemu dengan dokter bedah akhirnya diputuskan malam ini haura harus dioperasi dan harus langsung puasa . Rasanya jantungku mo copot mom, air mata yang menetes di pipi ini sudah tidak bisa dihitung lagi volumenya, hatiku benar2 hancur melihat kondisi haura.
Setelah bernegosisasi dengan dr,bedah akhirnya diputuskan pukul 06 pagi haura dioperasi dengan pertimbangan kami baru saja datang dari berau (bahkan kami tidak sempat pulang ke rumah orang tua) dan malamnya langsung menginap di RS.
Besok harinya saat haura akan dibius aku mengantarkannya ke meja operasi, aku menguatkan diriku agar tidak pingsan saat itu. Haura meronta2 dan sesaat kemudian tubuhnya terkulai lemas krn obat bius.
Alhamdulillah penanganan luka bakar haura baik dan tidak sampai 10 hari lukanya sudah kering. Jari kelingking yang tadinya diperkirakan akan kaku juga dari hari ke hari semakin normal.
Tepat 10 hari setelah Haura dioperasi dan bertepatan juga dengan ulang tahun pernikahan kami, aku dinyatakan hamil 7 minggu. Betapa bahagianya kami dan itu merupakan kado terindah buat kami bertiga...ya.. haura mau punya adik.. tapi baru 1 minggu kami merasakan kebahagiaan kehadiran si jabang bayi aku pun harus rela kehilangannya. Aku mengalami pendarahan dan keguguran sehingga harus dikuret.
Banyak pelajaran yang kami ambil dari semua kejadian itu. Membuat kami lebih berhati-hati, lebih kuat+ sabar menghadapi cobaan, berusaha berpositive thinking dan lebih mendekatkan diri PADA 4JJ SWT
Ini foto haura 4 hari yang lalu, bekas luka bakar di tangan kanannya sudah mulai samar.
Aku juga ingin mengucapkan trimkasih utk MPers yang telah mensupport aku pada saat kejadian, yang telah mau mendengarkan keluh kesahku. Special thnx 2 Mama Kenzie (ibu hemat) & Mama Darrel (yang mengalami luka bakar juga).