Tuesday, December 15, 2009

ILMU FOTOGRAFI

Rating:★★★★★
Category:Computers & Electronics
Product Type: Digital Cameras
Manufacturer:  ILMU FOTOGRAFI
Kata photography berasal dari kata photo yang berarti cahaya dan graph yang berarti gambar. Jadi photography bisa diartikan menggambar/melukis dengan cahaya.

Kamera film, sekarang juga disebut dengan kamera analog oleh beberapa orang.

Format film

Sebelum kita melangkah ke jenis-jenis kamera film ada baiknya kita mengenal terlebih dahulu berbagai macam format/ukuran film.

1. APS, Advanced Photography System. Format kecil dengan ukuran film 16×24mm, dikemas dalam cartridge. Meski format ini tergolong baru, namun tidak populer. Toko yang menjual film jenis ini susah dicari di Indonesia

2. Format 135. Dikenal juga dengan film 35mm. Mempunyai ukuran 24×36mm, dikemas dalam bentuk cartridge berisi 20 atau 36 frame. Format ini adalah format yang paling populer, banyak kita temui di sekitar kita

3. Medium format

4. Large format



Jenis Film

1. Film B/W, film negatif hitam putih

2. Film negatif warna. Paling populer, sering kita pakai

3. Film positif, biasa juga disebut slide. Lebih mahal dan rawan overexposure. Meski demikian warna-warna yang dihasilkan lebih bagus karena dapat menangkap rentang kontras yang lebih luas



Jenis-jenis kamera Film



1. Pocket/compact. Kamera saku. Populer bagi orang awam, sederhana dan mudah dioperasikan. Menggunakan film format 35mm

2. Rangefinder. Kamera pencari jarak. Kecil, sekilas mirip dengan kamera saku. Bedanya, kamera ini mempunyai mekanisme fokusing (karenanya disebut rangefinder). Umumnya menggunakan film format 35mm

3. SLR, Single Lens Reflex. Kamera refleks lensa tunggal. Populer di kalangan profesional, amatir dan hobiis. Umumnya mempunyai lensa yang dapat diganti. Menggunakan film format 35mm. Disebut juga kamera sistem

4. TLR, Twin Lens Reflex. Kamera refleks lensa ganda. Biasanya menggunakan format medium

5. Viewfinder. Biasanya menggunakan format medium

Kamera manual dan kamera otomatis. Kamera-kamera SLR terbaru umumnya sudah dilengkapi sistem autofokus dan autoexposure namun masih dapat dioperasikan secara manual.

Kamera digital

Menggunakan sensor digital sebagai pengganti film

1. Consumer. Kamera saku, murah, mudah pemakaiannya. Lensa tak dapat diganti. Sebagian besar hanya punya mode full-otomatis. Just point and shoot. Beberapa, seperti Canon seri A, memiliki mode manual.

2. Prosumer. Kamera SLR-like, harga menengah. Lensa tak dapat diganti. Shooting Mode manual dan auto

3. DSLR. Digital SLR





Lensa Kamera

mata dari kamera, secara umum menentukan kualitas foto yang dihasilkan lensa memiliki 2 properties penting yaitu panjang fokal dan aperture maksimum.

Field of View (FOV)

tiap lensa memiliki FOV yang lebarnya tergantung dari panjang fokalnya dan luas film/sensor yang digunakan.

Field of View Crop

sering disebut secara salah kaprah dengan focal length multiplier. Hampir semua kamera digital memiliki ukuran sensor yang lebih kecil daripada film 35mm, maka pada field of view kamera digital lebih kecil dari pada kamera 35mm. Misal lensa 50 mm pada Nikon D70 memiliki FOV yang sama dengan lensa 75mm pada kamera film 35mm (FOV crop factor 1.5x)



Jenis-jenis Lensa

a. berdasarkan prime-vario

1. Fixed focal/Prime, memiliki panjang fokal tetap, misal Fujinon 35mm F/3.5 memiliki panjang fokal 35 mm. Lensa prime kurang fleksibel, namun kualitasnya lebih tinggi daripada lensa zoom pada harga yang sama

2. Zoom/Vario, memiliki panjang fokal yang dapat diubah, misal Canon EF-S 18-55mm F/3.5-5.6 memiliki panjang fokal yang dapat diubah dari 18 mm sampai 55 mm. Fleksibel karena panjang fokalnya yang dapat diatur



b. berdasarkan panjang focal

1. Wide, lensa dengan FOV lebar, panjang fokal 35 mm atau kurang. Biasanya digunakan untuk memotret pemandangan dan gedung

2. Normal, panjang fokal sekitar 50 mm. Lensa serbaguna, cepat dan harganya murah

3. Tele, lensa dengan FOV sempit, panjang fokal 70mm atau lebih. Untuk memotret dari jarak jauh



c. berdasarkan aperture maksimumnya

1. Cepat, memiliki aperture maksimum yang lebar

2. Lambat, memiliki aperture maksimum sempit



d. lensa-lensa khusus

1. Lensa Makro, digunakan untuk memotret dari jarak dekat

2. Lensa Tilt and Shift, bisa dibengkokan



Ketentuan lensa lebar/tele (berdasarkan panjang focal) di atas berlaku untuk kamera film 35mm. Lensa Nikkor 50 mm menjadi lensa normal pada kamera film 35mm, tapi menjadi lensa tele jika digunakan pada kamera digital Nikon D70. Pada Nikon D70 FOV Nikkor 50 mm setara dengan FOV lensa 75 mm pada kamera film 35mm



Peralatan bantu lain

- Tripod , diperlukan untuk pemotretan dengan kecepatan lambat. Pada kecepatan lambat, menghindari goyangan kamera jika dipegang dengan tangan (handheld). Secara umum kecepatan minimal handhel adalah 1/focal.

Membawa tripod saat hunting bisa merepotkan. Untuk keperluan hunting biasanya tripod yang dibawa adalah tripod yang ringan dan kecil.

- Monopod , mirip tripod, kaki satu. Lebih mudah dibawa. Hanya dapat menghilangkan goyangan vertikal saja.

- Flash/blitz/lampu kilat , untuk menerangai obyek dalam kondisi gelap

- Filter , untuk menyaring cahaya yang masuk. Ada banyak jenisnya :

UV, menyaring cahaya UV agar tidak terjadi hazy pada foto2 landscape, sering digunakan untuk melindungi lensa dari debu.

PL/CPL (Polarizer/Circular Polarizar) untuk mengurangi bayangan pada permukaan non logam. Bisa juga untuk menambah kontras langit



Exposure

jumlah cahaya yang masuk ke kamera, tergantung dari aperture dan kecepatan.

- Aperture/diafragma . Makin besar aperture makin banyak cahaya yang masuk. Aperture dinyatakan dengan angka angka antara lain sebagai berikut: f/1,4 f/2 f/3,5 f/5.6 f/8. semakin besar angkanya (f number), aperture makin kecil aperturenya

- Shutter speed/kecepatan rana . Makin cepat, makin sedikit cahaya yang masuk

- ISO , menyatakan sensitivitas sensor/film. Makin tinggi ISOnya maka jumlah cahaya yang dibutuhkan makin sedikit. Film ISO 100 memerlukan jumlah cahaya 2 kali film ISO 200

Contoh: kombinasi diafragma f/5.6 kec. 1/500 pada ISO 100 setara dengan diafragma f/8 kec 1/500 atau f/5.6 kec. 1/1000 pada ISO 200.



Exposure meter , pengukur cahaya. Hampir tiap kamera modern memiliki pengukur cahaya internal. Selain itu juga tersedia pengukur cahaya eksternal

Exposure metering ( sering disingkat dengan metering )

adalah metode pengukuran cahaya

1. Average metering , mengukur cahaya rata-rata seluruh frame

2. Center-weighted average metering , mengukur cahaya rata-rata dengan titik berat bagian tengah

3. Matrix/Evaluative metering , Mengukur cahaya di berbagai bagian dari frame, untuk kemudian dikalkulasi dengan metode-metode otomatis tertentu

4. Spot metering , mengukur cahaya hanya pada bagian kecil di tengah frame saja



Exposure compensation, 18% grey . Exposure meter selalu mengukur cahaya dan menhasilkan pengukuran sehingga terang foto yang dihasilkan berkisar pada 18% grey. Jadi kalau kita membidik sebidang kain putih dan menggunakan seting exposure sebagaimana yang ditunjukan oleh meter, maka kain putih tersebut akan menjadi abu-abu dalam foto. Untuk mengatasi hal tersebut kita harus melakukan exposure compensation. Exposure kita tambah sehingga kain menjadi putih.



Under exposured = foto terlalu gelap karena kurang exposure

Over exposured = foto terlalu terang karena kelebihan exposure



Istilah stop

Naik 1 stop, artinya exposure dinaikkan menjadi 2 kali.

Naik 2 stop, artinya exposure dinaikkan menjadi 4 kali.

Turun 1 stop exposure diturunkan menjadi 1/2 kali.

Turun 2 stop exposure diturunkan menjadi 1/4 kali.



Kenaikan 1 stop pada aperture sebagai berikut: f/22; f/16; f/11; f/8; f/5,6; f/4; f/2,8; f/2.

Beda f number tiap stop adalah 0,7 kali (1/ akar2).



Kenaikan 1 stop pada kec. Rana sebagai berikut: 1/2000; 1/1000; 1/500; 1/250; 1/125; 1/60; 1/30; 1/15; 1/8; 1/4; 1/2; 1.

Beda speed tiap stop adalah 2 kali



DOF , Depth of Field, kedalaman medan. DOF adalah daerah tajam di sekitar fokus.

Kedalaman medan dipengaruhi oleh besar aperture, panjang fokal, dan jarak ke obyek.

1. Aperture, semakin besar aperture (f number makin kecil) maka DOF akan makin dangkal/sempit

2. Panjang fokal (riil), semakin panjang fokal, DOF makin dangkal/sempit

3. Jarak ke obyek, semakin dekat jarak ke obyek maka DOF makin dangkal/sempit



Pemilihan DOF

- Jika DOF sempit, FG dan BG akan blur. DOF sempit digunakan jika kita ingin mengisolasi/menonjolkan obyek dari lingkungan sekitarnya misalnya pada foto-foto portrait atau foto bunga.

- Jika DOF lebar, FG dan BG tampak lebih tajam. DOF lebar digunakan jika kita menginginkan hampir seluruh bagian pada foto nampak tajam, seperti pada foto landscape atau foto jurnalistik.



Shooting mode

Mode auto , mode point and shoot, tinggal bidik dan jepret

1. Full auto, kamera yang menentukan semua parameter

2. Portrait, kamera menggunakan aperture terbesar untuk menyempitkan DOF

3. Landscape, kamera menggunakan aperture terkecil

4. Nightscene, menggunakan kecepatan lambat dan flash untuk menangkap obyek dan BG sekaligus

5. Fast shuter speed

6. Slow shutter speed



Creative zone

1. P, program AE. Mirip dengan mode auto dengan kontrol lebih. Dengan mode ini kita bisa mengontrol exposure compensation, ISO, metering mode, Auto/manual fokus, white balance, flash on/off, dan continues shooting.

2. Tv, shutter speed priority AE. Kita menetukan speed, kamera akan menghitung aperture yang tepat

3. Av, aperture priority AE. Kita menentukan aperture, kamera mengatur speed

4. M, manual exposure. Kita yang menentukan aperture dan speed secara manual



Komposisi dan Angle

Komposisi adalah penempatan obyek dalam frame foto

Angle adalah sudut pemotretan, dari bawah, atas, atau sejajar

Komposisi dan angle lebih menyangkut ke seni dari fotografi. Faktor selera fotografer sangat besar pengaruhnya.


www.ilmugrafis.com

Saturday, October 31, 2009

Mesoterapi dr. Grace

Rating:★★★★★
Category:Other
Dari kecil memang aku selalu bermaslah dengan beratbadan, sebenernya sih gak gendut2 amat mungkin bentuk badanku yang terlihat 'montok' :) *pembelaan*
Tapi beneran loh jangan bayangkan aku wanita dengan badan seperti preti dkk :)hehe
Ceritanya berawal dari saat calon mertua *pd saat itu masi calon* yang menginginkan pada saat resepsi munduh mantu aku memakai pakaia adat solo yaitu memakai dodotan.... huwaaaaaa langsung deh kalang kabut mencari cara untuk menguruskan badan apalagi pada bagian tangan Krn dengan memakai pakaian dodotan yang terekspos bagian tangan :(huhuhu

Akhirnya setelah googling aku mendapatkan nama dr.Grace, bersama 2 orang teman kantor langsung kami meluncur kesana. Dr. Grace praktek di Klinik Estetika Jl. Duren Tiga no. 30 B Mampang Prapatan Jakarta Selatan 021-7970548 / 79180543 .
Oiya kalau mau konsul ma dr. Grace ini mesti bikin janji dulu , by phone juga boleh ko dan yang bikin lebih nyaman lagi waktu konsultasinya tuh tepat banget. Misal aku buat janji untuk jam 11.30 WIB, namaku benar2 dipanggil pada jam segitu paling lama telat 10 menit. Jadi biasanya kami pergi pas jam istirahat hari jumat dan kembali ke kantor jam 13.30 WIB.

Hmm ok aku akan ceritakan hasil konsultasiku dengan dr. Grace

Pertemuan I :
Pada saat pertemuan I aku mengisi formulir pendaftaran *seperti biasa* dan mengisi formulir ttg pertanyaan seputar berat badan. Lalu dilakukan pemeriksaan kesehatan seperti pengukuran tensi darah, suhu badan dll lalu ditimbang, diukur tinggi badan dan kadar lemaknya oleh perawat. Setelah itu baru konsultasi dengan dr.Grace, disimpulakn bahwa kadar lemakku di atas normal tapi berat badanku dalam batas gawat normal, alias sudah di perbatasan obesitas :(hiks Pada saat itu BBku 56kg dengan tingi badan 155cm *sungguh tidak proporsional kaaannn* hehehe
AKhirnya kami ditawarkan berbagai macam treatment, ada 3 *kalau tidak salah krn aku dah agak lupa nih* , dan dr.Grace menyarankan untuk mesoterapi krn aku bilang 2 bulan lagi akan menikah. AKhirnya aku di mesoterapi (disuntikkan cairan *aku sudah lupa apa kandungannya* ke bagian perut, lengan, paha) lalau diberikan obat untuk detoksifikasi. Selama 3 hari aku hanya boleh makan buah2an dan sayur2an. Oiya setelah mesoterapi dan saat detoksifikasi itu BABku mengandung minyak *lemaknya bener2 luruh sepertinya*

Pertemuan II :
Alhamdulillah setelah 1 minggu BB ku turun 1.5kg :).
AKu diberikan 1 buku oleh dr.Grace untuk mencatat makanan dan minuman apa saja yang aku makan selama 1 minggu ke depan. Dan saat itu aku mesoterapi lagi lalu diberikan obat untuk ngeblock karbohidrat dan penekan nafsu makan.

Pertemuan III :
Pada saat ini BBku turun 1.5kg dan disaat pertemuan III ini hasil catatan makanan&minumanku selama 1 minggu dievaluasi dan aku benar2 dijelaskan ttg proses pencernaan dan proses penyerapan lemak oleh tubuh *bener2 kaya kuliah tapi cara menerangkannya dr. Grace tuh asik jadi gak boring*
Aku diajarkan juga cara menghitung kalori yang masuk ke dalam tubuh sehingga aku bisa membatasi makanan apa saja yang masuk dan saat pulang aku diberikan 1 buku lagi yang berisi daftar makanan dan kandungan kalorinya. Dan ternyata musuh terbesarku adalah KERUPUK .. huhuhuhu ternyata kalau aku makan 10 buah kerupuk bawang itu sama aja dengan makan nasi 1 piring, padahal setiap aku makan harus ada kerupuk. Softdrink, minuman kemasan aku stop jadi yang paling aman itu minum air putih dan teh tawar :)hahaha sampai di kantor sempet aku diejek 'nenek-nenek' krn setiap pagi saat ditanya mo teh manis gak mbak? oh engga saya teh anget tawar :)hahahaha
Oiya di pertemuan ke-3 ini aku dan tean2 memutuskan untuk kembali setelah 2 minggu kemudian krn mengingat kondisi keuangn yang main menipis :)hihi

Pertemuan IV :
BBku turun 4kg :). Tadinya ku mikir ah dah gak perlu ketemu ma dr. Grace lagi tapi ternyata harga mesoterapi itu mau ketemu dokternya atau engga sama aja, ya dasar gak mau rugi akhirnya ketemu dokternya juga. :)hehe AKhirnya dokter terlah berkesimpulan bahwa aku sudah bisa dilepas dengan melihat hasil catatan harian makanan dan minumanku dan ku sudah mengerti penghitungan kalori :) Saat itu aku mint aobat untuk 2 minggu.

Dua minggu kemudian aku menimbang berat badan ternyata turun 3kg krn sudah merasa cukup akhirnya ku memutuskan untuk tidak datang lagi ke klinik estetika *mengingat dompet sudah semakin kering juga* hehe tapi aku sangat PUAS dengan hasilnya TOTAL aku turun 10kg dalam jangka waktu 6 minggu sampai2 pada saat fitting baju pengantin semua kedodoran :) hihi
Memang sih cukup merogih kocek yang cukup banyak *menurutku* 1 kali pertemuan 285rb jika minta obat untuk 2 minggu tambah jadi 395rb.. jadi total yang aku keluarkan Rp. 1.360.000,- untuk menurunkan 10kg :)

Banyk orang yang mengatakan kalau turunnya sedrastis itu rahimnya bisa kering tapi alhamdulillah setelah nikah aku langsung hamil dan akupun bersyukur bahwa pada saat hamil BBku start di 46kg gak kebayang kalau aku start di 56kg :(huhuhuhu
Pada saat hamil aku naik 20 kg menjadi 66kg dan sampai sekarang haura berumur 20 bulan BBku stuck di 57kg :(hikshiks *lebih parah dari sebelumnya* krn aku gak berani diet2an *masi menyusui* Tapi aku bertekad saat hamil anak ke-2 aku harus mengembalikan BBku pada saat awal kehamilan haura krn semua itu demi kesehatan juga.. krn kalau sudah semakin overweight akan lebih susah lagi menurunkan BBNya ...

Hmm... tapi sekarang dah gak sabar ingin ke dr. Grace lagi kalau lihat baju2 yang berukuran S :(hikshiks

Sunday, October 11, 2009

my first dive (27 sept 2009)




AKhirnya kesampean juga bisa diving ... yiiihiiii....seneng banget... Tapi pas bagian ku yang turun ke bawah laut batre kameranya habis jadi dikit banget foto2ku beda ma hubby fotonya banyak & berbagai pose :( *sirik mode on*

Ternyata pemandangan bawah laut tuh indah banget pantes aja spongebob betah tinggal disana (loh?) (^_^)hehehe Next time pengen banget diving berdua ma hubby biar romantis ceritanya :) kalau kemaren qta gantian jagain haura , kat ahubby selama aku diving haura terus manggil "mama...mama...mama....." mpe hubby kewalahan jagainnya abis lumayan lama hampir 60 menit :)